Gerak Cepat PMI Sitaro Pada Letusan Gunung Ruang

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Rabu, 8 Mei 2024 | 06:23 WIB
Respon cepat PMI Kabupaten Sitaro. (Dok. PMI)
Respon cepat PMI Kabupaten Sitaro. (Dok. PMI)

SulutZone.com - Jarang diketahui publik dan lewat penelusuran media ini ternyata PMI Kabupaten Sitaro bertindak cepat setelah sebuah kejadian penuh keguncangan terjadi di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara,  pada Selasa, 30 April 2024.

Gunung Ruang, sebuah stratovolcano yang menakutkan, meletus dengan kolom letusan mencapai ketinggian sekitar 5 ribu meter di atas puncak.

Kolom abu yang dihasilkan berwarna kelabu hingga hitam, menunjukkan intensitas erupsi yang tebal, membayangi langit di arah timur dan selatan.

Baca Juga: Sejarah Palang Merah Internasional: Mengubah Dunia dengan Kemanusiaan

Dilansir dari laman PMI, sebagai respons terhadap situasi darurat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sitaro bergerak cepat membantu proses evakuasi warga terdampak erupsi.

PMI bekerja sama dengan tim gabungan dalam proses evakuasi ini. Tujuannya jelas: memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat.

Dengan menggunakan kendaraan pikup, para relawan PMI mengarahkan masyarakat untuk naik ke atas kendaraan dan membawa barang seperlunya.

Baca Juga: Henry Dunant, Sang Pendiri Palang Merah.

Evakuasi ini dilakukan di radius berbahaya 7 kilometer dari puncak gunung. PMI bersama petugas gabungan bekerja keras dalam mengevakuasi masyarakat ke wilayah yang lebih aman.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Sitaro juga turut berpartisipasi dalam upaya ini.

Mereka secara bertahap mengosongkan wilayah yang masuk ke dalam radius enam kilometer dari puncak gunung, sesuai rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Baca Juga: Simak Kolaborasi BI dan MUI

Selain dievakuasi ke wilayah radius yang aman, warga juga dievakuasi ke beberapa lokasi di luar Pulau Tagulandang, seperti Kota Manado, Kota Bitung, dan Minahasa Utara.

Perpindahan sementara masyarakat terdampak difasilitasi oleh TNI AL, Basarnas dan ASDP menggunakan berbagai moda transportasi laut seperti KRI Kakap 811, KM Bima Sena, KM Marina, KM Lokong Banua, KM Lohoraung, KM Pasatibo, serta kapal fery lainnya dan perahu motor milik warga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Sumber: PMI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X