Ditengah Pergumulan : Kekuatan GMIM Hanya Doa

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 22 Juni 2026 | 11:42 WIB
Para Pendeta GMIM melakukan Doa Bersama (Dok. istimewa)
Para Pendeta GMIM melakukan Doa Bersama (Dok. istimewa)

Manado, Sulutzonecom – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Mission Center pada Jumat (19/06/2026).

Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (BPMS GMIM) menggelar ibadah Doa Bersama yang dihadiri oleh seluruh pendeta se-sinode GMIM.

Menariknya, seluruh pendeta yang hadir tampak kompak mengenakan seragam berwarna hitam. Ibadah Doa Bersama ini dipimpin langsung oleh Ketua BPMS GMIM, Pdt. Adolf Wenas, S.Th, M.Th.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, para hamba Tuhan ini mengikuti jalannya doa dengan sangat khusyuk. Isak tangis bahkan pecah di antara para pendeta saat Pdt. Adolf Wenas memimpin untaian doa di hadapan altar.

Usai agenda tersebut, sebuah pesan yang menyejukkan hati beredar di Grup Forum Diskusi GMIM (FDG). Pernyataan tersebut ditulis oleh Pnt. Sandra Rondonuwu, S.Th, SH, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi Wanita Kaum Ibu (WKI) Sinode GMIM.

"Di hadapan Tuhan tidak ada jabatan, tidak ada kelompok, tidak ada kepentingan. Yang ada hanyalah anak-anak Tuhan yang datang mencari hikmat, kekuatan, dan tuntunan-Nya," tulis Penatua Sandra.

Ia mengakui bahwa gereja saat ini sedang diperhadapkan dengan berbagai pergumulan dan perbedaan pandangan yang terkadang membuat situasi menjadi kurang nyaman. Namun, momen bersatunya para hamba Tuhan ini menjadi pengingat bahwa manusia sangat membutuhkan Tuhan.

"Mungkin tidak semua persoalan selesai hari ini. Mungkin tidak semua perbedaan langsung menemukan titik temu. Namun ketika lutut mulai bertekuk, hati yang keras dapat dilembutkan. Ketika doa dinaikkan, harapan kembali dinyalakan," lanjutnya.

Saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp, Pnt. Sandra menegaskan bahwa GMIM telah melewati banyak badai sejarah, dan Tuhan terbukti tidak pernah meninggalkan gereja-Nya.

  • Esensi Doa: "Doa adalah wujud kerendahan hati dan pengakuan bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan hanya dengan kemampuan manusia. Bagi gereja, mencari kehendak Tuhan melalui doa selalu merupakan langkah yang utama," ujarnya.

  • Harapan ke Depan: Beliau berharap momentum ini melahirkan keberanian untuk menempatkan kepentingan Kristus di atas kepentingan pribadi atau kelompok. "Sebab gereja akan tetap kuat selama umat tetap mau berlutut di hadapan Tuhan."

Pnt. Sandra menutup pesannya dengan mengutip ayat Alkitab dari Yeremia 33:3:

"Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui."

Baca Juga: Khotbah Lukas 1:1-4 di HUT ke-195 PI GMIM, Pdt Adolf Wenas Ajak Jemaat Jaga Kemurnian Iman

"Mimbar Kosong tapi Altar Penuh"

Gema kesejukan dari doa bersama ini juga turut dirasakan oleh berbagai pihak. Dalam unggahan di media sosial-nya, Ketua Komisi Sinode PKB GMIM, Pnt. Maurits Mantiri memberikan respons menyentuh terkait momentum sakral para pendeta GMIM tersebut.

"Mimbar Kosong tapi Altar Penuh.. Berseru Kepada Tuhan dengan Segenap Hati.. Pendeta berlutut agar umat berdiri Tegak… Tak ada dendam yang ada adalah cinta Kasih… Damai Di Bumi, damai Di GMIM," tulis Maurits.

Ibadah doa bersama berseragam hitam ini digelar di tengah situasi krusial yang tengah menyita perhatian publik. Sebagaimana diketahui, GMIM dalam setahun terakhir diterpa badai organisasi akibat rentetan permasalahan hukum yang diperiksa secara intensif oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ditengah Pergumulan : Kekuatan GMIM Hanya Doa

Senin, 22 Juni 2026 | 11:42 WIB
X