Kabaruan, Sulutzone.com – Semangat pengabdian tidak mengenal jarak. Hal ini dibuktikan oleh lima akademisi perempuan dari Universitas Negeri Manado (Unima) yang melakukan perjalanan jauh dari Tondano menuju Desa Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk BIMA (Bina Mitra) Kemendiktisaintek, rombongan ini hadir untuk memperkuat manajemen sekolah partisipatif di SD Negeri Inpres Kabaruan pada Rabu (10/6/2026).
Kehadiran para dosen ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para guru, siswa, serta masyarakat setempat. Langkah mereka "turun gunung" menuju tapal batas Indonesia ini menjadi simbol nyata peran perguruan tinggi dalam meratakan kualitas pendidikan hingga ke pelosok negeri.
“Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian kami dengan metode turun langsung ke lapangan, khususnya di wilayah perbatasan yang sering kali memiliki keterbatasan akses,” ujar Dr. Zoya.
Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan pendidikan di daerah terpencil terletak pada kolaborasi. Oleh karena itu, tim berupaya membangun sinergi yang kuat antara pihak sekolah, guru, dan orang tua murid. Dengan manajemen yang partisipatif, diharapkan setiap masalah pendidikan dapat diselesaikan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Salah satu anggota tim, Ismiati Essing, S.IP., M.AP., menambahkan bahwa program ini bukan sekadar kunjungan sesaat, melainkan upaya strategis untuk mendukung keberlanjutan layanan pendidikan di wilayah pesisir dan perbatasan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kemitraan antara sekolah dan orang tua. Ketika orang tua terlibat aktif, motivasi belajar siswa akan meningkat, dan dukungan terhadap program sekolah menjadi lebih solid,” ungkap Ismiati.
Rombongan pengabdian ini terdiri dari lima akademisi perempuan kompeten dari berbagai disiplin ilmu di Unima, yaitu:
1. Dr. Zoya Febrina Sumampow, S.Pd., M.Pd. (Ketua Tim)
2. Yesita Windi Wuisan, S.E., M.M.
3. Herke F. V. Memah, S.E., M.AP.
4. Stevani Rangian, M.Pd.
5. Ismiati Essing, S.IP., M.AP.
Keberagaman latar belakang keahlian mereka—mulai dari pendidikan, manajemen, hingga administrasi publik—menjadi kekuatan tersendiri dalam memberikan solusi holistik bagi permasalahan manajemen sekolah di SDN Inpres Kabaruan.
Melalui kehadiran ini, Universitas Negeri Manado kembali menegaskan komitmennya sebagai agent of change yang tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga aktif berkontribusi langsung dalam memajukan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Artikel Terkait
Babinsa laksanakan pengamanan sekaligus beribadah
Bukan Karena Cedera, Alis Putih Hiroki Ito Ternyata Dipicu Vitiligo, Jadi Ciri Khas Bek Jepang
Luar Biasa tapi Memilukan, Belanda Tak Terkalahkan di Piala Dunia Sejak Final 2010 Namun Belum Pernah Juara
Ngoni Harus Tau: Ini yang YSK-Victory So Beking di Sulut!
TNI Dan Masyarakat Di Lirung Bersatu Dalam Semangat Kebangsaan Melalui Nobar Piala Dunia 2026
Ngoni Harus Tau : Yulius Selvanus Sobeking Ini For Rakyat Sulut
Tunjukkan Semangat gotong royong, Babinsa dan warga bersihkan pesisir pantai
Wujud Kemanunggalan TNI, Babinsa Koramil 1312-02/Lirung Gotong royong Rehab Dapur Warga Kurang Mampu
Babinsa Koramil 08/Melonguane Kopda Jonly Sarean Melaksanakan Pemeliharaan Bibit Pala di Lahan Milik Pribadi
Tingkatkam Kemanunggalan TNI-Rakyat Babinda Ramil - 05/Essang Ikut Kerja Bakti