Sulutzonecom -- Masa Prapaskah 2025 segera dimulai dengan Rabu Abu pada tanggal 5 Maret. Rabu Abu menandai awal perjalanan 40 hari tobat yang dipenuhi dengan ibadah, puasa, dan pantang, yang berakhir pada perayaan Paskah. Dalam tradisi Kristen dan Katolik, Prapaskah adalah waktu untuk merenung dan membersihkan diri, mengingatkan umat pada masa puasa yang dilakukan oleh Nabi Musa, Nabi Elia, dan Yesus di padang gurun, sebagaimana dicontohkan dalam Alkitab.
Pada hari Rabu Abu, umat Katolik akan menerima abu di dahi mereka sebagai simbol pertobatan dan kesedihan, dengan ucapan “Bertobatlah dan percayalah pada Injil” atau “Ingatlah bahwa engkau adalah debu, dan engkau akan kembali menjadi debu”. Ritual ini menjadi pengingat untuk menyiapkan diri menyambut kemenangan kebangkitan Kristus di hari Paskah.
Selama masa Prapaskah, umat Katolik juga diwajibkan berpantang pada Rabu Abu, yang berarti tidak mengonsumsi daging atau makanan lain yang disukai, serta menghindari hiburan seperti televisi atau film. Selain itu, pantang ini berlaku setiap hari Jumat sepanjang masa Prapaskah untuk semua umat Katolik berusia 14 tahun ke atas. Meskipun Misa Rabu Abu tidak diwajibkan, umat tetap diharapkan untuk berpuasa dan berpantang sesuai ajaran gereja.
Artikel Terkait
Arti Warna Merah Dalam Liturgi Katolik
Penasaran Bentuk Perayaan Minggu Palma Umat Katolik, Yuk Kita Bahas!
Ketua Pemuda Katolik Sulut Tanggapi Pembubaran Rosario di Tangsel.
Paus Meminta Umat Katolik Berdevosi Untuk Perdamaian Dunia.
Pemuda Katolik Tomohon Mendukung Penuh Pelaksanaan Pilkada 2024 untuk Keadilan dan Kemajuan
Humas Polda Sulut Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi di SMA Katolik St. Thomas Aquino Manado
Paus Fransiskus Dalam Kondisi Kritis, Umat Katolik Cemas Menanti Perkembangan