Mantan Kepala Penerangan Kopassus itu prihatin. Bagaimana mungkin daerah yang sebenarnya tak terlalu jauh dari desa-desa induk yang sudah maju tak punya penerangan listrik. Semalaman itu menjadi bahan pikirannya.
Esok harinya mereka melanjutkan patroli ke arah Dusun Kawerewere. Di dekat Pos Sekat Kawerewere, Brigjen TNI Farid Makruf diperkenalkan oleh Kol Kav Abdul Rahman dengan warga setempat bernama Sudirman, seorang insinyur. Saat itu, ia sedang bekerja di bengkel motornya. Ternyata Sudirman paham teknik mesin, pembuatan senjata, metalurgi dan mesin listrik.
Di depan rumah sekaligus bengkelnya itulah dia membangun pembangkit listrik yang digerakkan turbin air. Listrik yang dihasilkannya dari pembangkit itu digunakkannya untuk untuk bengkel dan penerangan di rumahnya.
Kedua perwira abituren Akademi Militer 1991 itu, kemudian menggali pengalaman dan pengatahuan Sudirman. Kemudian diputuskanlah bagaimana untuk membuat pembangkit listrik tenaga air mikro itu bagi para pemukim di Kawerewere dan Manggalapi.
Setelah kembali ke Korem, Farid Makruf dan staf kemudian merencanakan pembuatan pembangkit listrik itu dan memasukkannya sebagai program unggulan. Mereka kemudian melaporkannya ke staf teritorial Markas Besar TNI Angkatan Darat untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan dana.
Selama proses perencanaan berjalan, Farid Makruf berpindah tugas. Tapi mengingat langkah awal sudah dimulai, ia tetap membantu proses perencanaan sampai tahapan pekerjaan selanjutnya dimulai.
Saat ditanya alasannya mengapa dia ingin sekali ada penerangan listrik di wilayah perlintasan DPO Teroris MIT itu, Farid menjawab, "Saya hanya berpikir bagaimana caranya agar warga Kawerewere dan Manggalapi bisa menikmati listrik seperti juga dusun-dusun atau desa-desa lain di wilayah Palolo. Saya saat itu meminta Kepala Seksi Perencanaan Korem 132/Tadulako saat itu, Kolonel Kav. Wahyudi membuat perencanaan bagaimana agar model pembangkit listrik tenaga air yang sudah dibuat oleh Pak Sudirman bisa diduplikasi sehingga mampu melayani lebih banyak warga."
Pembangkit listrik tenaga air ini dipilih, karena pemenuhan energi listrik dengan biaya rendah, serta mudah dioperasikan dan dirawat. Selain itu, pembangkit listrik tenaga air juga ramah lingkungan karena tidak memerlukan bahan bakar minyak.
Artikel Terkait
Kasus Narkoba Teddy Minahasa, Hotman Paris: Namanya Dicatut, Entah Siapa Otaknya
Kisah Mayjen Farid Makruf, Penggagas Pembangkit Listrik Tenaga Air di Manggalapi Palolo Sulteng
Viral! Beredar Surat Pemberitahuan di Kampus ini Gara-Gara Bau Badan: Salah Satunya Gunakan Daun Sirih
Hotman Paris Ungkap Kliennya Hanya Korban, Siapa Dalang Pencatutan Nama Irjen Teddy Minahasa?
Lirik Lagu Natal, Kenangan Natal di Dusun Kecil, oleh Victor Hutabarat
Lirik Lagu Natal, Kasih Terindah, oleh Aaron Ashab
Sering Tanya Keperawanan, Deddy Corbuzier Ramai Digruduk Cuitan Netizen
Pemilik Akun Twitter @koprofilJati Diburu. Bachtiar: Kita Sudah Temukan Dugaan Unsur Pidananya
Sidang Ferdy Sambo Cs Ditunda Sepekan, Kasus Pembunuhan Brigadir J Berlanjut
Berikut Jadwal, Agenda dan Susunan Majelis Hakim Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Depan 21-24 November 2022