Peran 5 Sosok Yang Dianugerahkan Gelar Pahlawan Nasional Dalam Merebut Kemerdekaan Indonesia

photo author
Depanan Simangunsong, Sulut Zone
- Jumat, 4 November 2022 | 11:06 WIB
Ilustrasi Pahlawan Nasional (Pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi Pahlawan Nasional (Pexels.com/Pixabay)

2. Dr. dr. H. R Soeharto

Keikutsertaan dalam menyelamatkan bendera pusaka merah putih, pendirian organisasi Ikatan Dokter Indonesia, pendidikan organisasi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) , pembangunan proyek mercusuar dan objek vital  masa presiden Soekarno (Pembangunan Departemen Store Sarina, Pembangunan Monumen Nasional dan pembangunan masjid Istiqlal), pendirian Rumah Sakit Jakarta dan pendirian Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI).

Namanya diabadikan sebagai gedung dikantor Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, Salah satunya di kabupaten Klaten memiliki ruang koleksi khusus memoralibia di Museum Joang 45.

Baca Juga: Penasaran Dengan Cerita Rakyat Terjadinya Danau Toba?Kunjungi Objek Wisata di Desa Siallagan Ini

3. dr Raden Rubini Natawisastra

Menjalankan misi kemanusiaan sebagai dokter keliling di daerah terpencil dan pedalaman Kalbar.

Tugas ini dilakukan dengan melayani penduduk tanpa membeda- bedakan status baik orang kaya maupun miskin.

Memasuki bidang politik sejak masuk sebagai anggota Parindra pada tahun 1930 dan terus berkembang gagasan dan tindakan melawan penjajah baik terhadap Belanda maupun Jepang.

Baca Juga: Rifaizal Samual, Salah Satu Penyidik Kasus Pembunuhan Brigadir J Akui Dapat Intervensi Dari Ferdy Sambo

Sikap gigih melawan penjajah tersebut tak pernah goyah sampai ajal merenggut bersama sang istri Amelia Rubini karena dihukum mati oleh Jepang.

Namanya diabadikan sebagai salah satu jalan dan Rumah Sakit di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat.

4. K. H Ahmad Sanusi

Salah satu tokoh pendidikan  yang secara tidak langsung melibatkan dirinya kepada politik kebangsaan.

Namanya mulai menjadi perhatian penguasa Kolonial ketika ia membela nama baik Sarekat Islam (SI) pada tahun 1913 ketika masih berada di Mekkah dalam tulisannya Nahratut I dharam K. H  Ahmad Sanusi masuk menjadi salah satu anggota BPUPKI  yang memasuki konsep imamat (demokrasi) sebagai landasan bentuk pemerintahan Indonesia yang akan dimerdekakan.

Baca Juga: Makna Dibalik Kalimat 'Hantu Laut' Denjaka TNI Angkatan Laut

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Depanan Simangunsong

Sumber: twitter @mohmahfudmd

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X