SULUTZONE – Seorang akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Ahsanul Minan mengungkapkan bahwa ada politik uang Model Baru dalam Pemilihan Umum (Pemilu) sejak tahun 2009.
Hal itu Ia sampaikan saat menjadi Narasumber di Diskusi Media yang digelar KPU. Jumat, 18 November 2022 di Media Centre KPU.
Dalam Diskusi Media yang bertema “Penguatan Sumber Daya Penyelenggara Pemilu Dalam Pelaksanaan Demokrasi 2024” tersebut, Ahsanul Minan menilai melalui pengamatannya bahwa sejak 2009 ada politik uang model baru.
Baca Juga: Gelar Diskusi Media, KPU Cari Badan Adhoc Yang Tahan Fisik dan Memiliki Integritas Tinggi
Menurut pengamatan Ahsanul Minan sejak Pemilu 2009, ada pergeseran model politik uang. Parpol atau peserta Pemilu tidak lagi menyasar ke Pemilih, tetapi ke penyelenggara, terutama di level bawah, KPPS dan PPK karena hasilnya lebih murah, tetapi hasilnya lebih pasti.
Satu hal yang sangat penting untuk dipikirkan dan diantisipasi adalah bagaimana KPU bisa merekrut PPK, PPS, KPPS bukan saja mempunyai daya tahan fisik yang baik, tetapi juga punya integritas yang tinggi.
Kedua, meskipun tidak ada kaitannya langsung dengan penyelenggara Pemilu di tingkat adhoc, tetapi upaya meningkatkan pendidikan politik dengan memanfaatkan jajaran penyelenggara Pemilu sangat baik untuk dilakukan.
“Jadi mereka harus punya orientasi untuk melakukan pendidikan pemilih,tidak hanya berperan menyelenggarakan Pemilu, tetapi juga mengoptimalkan fungsi pendidikan pemilih untuk memoderasi proses kontestasi di 2024 terutama di pilpres,” kata Ahsanul Minan.
Diketahui, diskusi media yang digelar KPU tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni, Ahsanul Minan, Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Masykurudin Hafidz, INFID (International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) dan Agus Sulistriyono, CEO Promedia Teknologi Indonesia. ***