Sebagai seorang pemimpin yang kuat dan otoriter, Soeharto dikenal karena menegakkan keamanan dan stabilitas di Indonesia.
Ia juga dikenal karena kebijakannya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan modernisasi negara.
Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, dan berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Namun, kebijakan-kebijakan Soeharto juga dikenal karena menimbulkan kritik dan kontroversi.
Di antara hal-hal yang sering dikritik adalah korupsi dan nepotisme yang meluas di kalangan keluarga Soeharto dan elit politik Indonesia pada umumnya, serta pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemerintahnya.
Setelah Soeharto lengser dari kekuasaan pada tahun 1998, ia dihadapkan pada tuduhan korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.
Baca Juga: Hotman Paris Angkat Bicara Kasus Pembunuhan Sadis Bocah Lima Tahun di Bolmong, Minta Kapolda Sulut
Namun, karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk, ia tidak pernah diadili.
Sejak tahun 2006, Soeharto mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk serangan jantung dan gangguan pernapasan.
Meninggalnya Soeharto menimbulkan reaksi yang beragam di Indonesia. Di satu sisi, banyak yang menghormati dan mengenang jasanya dalam membangun Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan stabil.
Baca Juga: Bikin Haru! Bharada E Divonis 1,6 Tahun, Jauh dari Tuntutan JPU, Informasinya Disini
Namun, di sisi lain, masih ada pihak yang mengkritik kebijakan-kebijakan Soeharto yang dianggap merugikan masyarakat, serta korupsi dan nepotisme yang meluas di kalangan elit politik pada masa pemerintahannya.
Meskipun kontroversial, Soeharto tetaplah salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia.
Kepemimpinannya selama 32 tahun memberikan pengaruh yang signifikan bagi perkembangan politik, ekonomi, dan sosial di Indonesia.