nasional

Raja Ampat Yang Dikenal Sebagai "The Last Paradise on Earth" Terancam Hilang, Ini Alasannya!

Rabu, 4 Juni 2025 | 16:56 WIB
Raja Ampat

Sulutzonecom -- Keindahan Raja Ampat yang dikenal sebagai "The Last Paradise on Earth" kini menghadapi ancaman besar. Greenpeace Indonesia mengungkapkan bahwa lebih dari 8.775 hektare hutan di Raja Ampat berpotensi dibabat habis untuk penambangan nikel. Tak hanya hutan, ratusan pulau kecil yang menjadi ikon wisata dunia juga terancam rusak.

Data Greenpeace menyebutkan terdapat 16 izin tambang nikel di Raja Ampat, di mana 13 di antaranya berada dalam kawasan Geopark Global UNESCO. Salah satunya adalah Piaynemo, lokasi wisata yang sempat dijuluki ‘Langkah Jokowi’.

“Karena tambang nikel, Raja Ampat terancam kehilangan daya tariknya. Pulau sudah dikeruk, hutan dibabat. Tak lama lagi sumber air tercemar, kehidupan laut rusak, dan masyarakat kehilangan mata pencaharian,” tulis Greenpeace melalui situs resminya, Rabu (4/6/2025).

Selain mengancam 75% spesies karang dunia, 2.500 spesies ikan, 274 spesies burung, dan spesies endemik seperti manta ray hingga biawak Waigeo, aktivitas tambang juga berisiko merusak permanen terumbu karang dan ekosistem laut melalui sedimentasi serta polusi.

Greenpeace meminta pemerintah:

  • Mengevaluasi dan mencabut seluruh izin tambang nikel di Raja Ampat

  • Meninjau ulang kebijakan industrialisasi nikel nasional

  • Mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal

Jika terus dibiarkan, Indonesia berpotensi kehilangan salah satu surga terakhirnya di bumi.

Tags

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB