nasional

Tagar #KaburAjaDulu dan Respons Pemerintah: Aspirasi Masyarakat atau Tantangan bagi Pemerintah?

Selasa, 18 Februari 2025 | 08:45 WIB
Ilustrasi Kabur Aja Dulu

Sulutzonecom -- Fenomena sosial yang mencuat beberapa pekan terakhir melalui tagar #KaburAjaDulu di media sosial menyoroti keresahan anak muda Indonesia terkait peluang kerja yang terbatas di tanah air. Tagar ini berisi ajakan untuk merantau atau bekerja di luar negeri sebagai jalan keluar dari ketidakpastian ekonomi dan minimnya lapangan pekerjaan yang layak. Meskipun viral, isu ini memantik perhatian berbagai pihak, termasuk pejabat pemerintah yang memberikan respons atas fenomena ini.

Merantau Tanpa Batasan, Asalkan Sesuai Prosedur

Menanggapi tagar yang menjadi sorotan publik, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa pemerintah tidak akan melarang masyarakat yang ingin merantau. Menurutnya, merantau adalah salah satu tindakan positif yang dapat mengembangkan kemampuan individu. Namun, ia menegaskan bahwa ada prosedur yang harus dipatuhi untuk mencegah seseorang menjadi "pendatang haram" di negara tujuan.

"Harus taat prosedur. Supaya tidak jadi pendatang haram. Kalau orang mau merantau tidak boleh dilarang," kata Hasan Nasbi dalam keterangan persnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (17/1/2025).

Pendidikan dan Kemampuan: Kunci Keberhasilan Merantau

Hasan juga mengingatkan masyarakat yang ingin merantau untuk mempersiapkan diri dengan kemampuan yang memadai. Merantau, menurutnya, bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga bagian dari pengembangan diri dan peningkatan keterampilan yang berguna untuk masa depan.

Kekecewaan Anak Muda dan Tantangan Pemerintah

Pada sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, juga memberikan pandangannya mengenai fenomena ini. Ia melihat tagar tersebut sebagai bentuk aspirasi masyarakat, terutama kalangan muda yang merasa kesulitan memperoleh pekerjaan layak di dalam negeri. Yassierli mengakui bahwa meskipun ada banyak peluang kerja di luar negeri, tujuan utama mereka untuk merantau seharusnya adalah untuk mengembangkan kemampuan, dan setelah itu kembali ke Indonesia untuk berkontribusi membangun negeri.

“Ini tantangan buat kami kalau memang itu adalah terkait dengan aspirasi mereka. Ayo pemerintah create better jobs, itu yang kemudian menjadi catatan kami dan concern kami,” ujar Yassierli dalam kesempatan yang sama.

Proyek Pemerintah dalam Menciptakan Peluang Kerja

Pernyataan ini menyoroti kebutuhan mendesak bagi pemerintah untuk menciptakan peluang pekerjaan yang lebih baik di dalam negeri. Dengan biaya pendidikan yang terus meningkat dan lapangan pekerjaan yang terbatas, banyak anak muda yang memilih merantau sebagai alternatif. Namun, dengan kebijakan efisiensi anggaran besar-besaran oleh Prabowo, Menteri Pertahanan yang juga menjabat sebagai calon presiden, tantangan ini semakin kompleks, menciptakan ketidakpastian di kalangan masyarakat.

Tags

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB