SULUTZONE.COM - Jagad tanah air baru-baru ini dihebohkan dengan kasus korupsi di Kementerian Kominfo.
Pasalnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sebagai tersangka.
Atas kasus tersebut, Kejagung akan mengusut tuntas dugaan aliran dana dugaan Korupsi BTS 4G Kominfo ini.
Baca Juga: Kaki dan Leher Gunakan Penyangga, Angela Lee Beri Salam Metal: GWS for Me
Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan mengusut tuntas aliran dana kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tahun 2020-2022.
Pengusutan aliran dana tersebut dilakukan setelah ditetapkannya Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sebagai tersangka infrastruktur BTS 4G, dan adanya tersangka baru terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yaitu Windy Purnama (WP).
Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan saat ini pihaknya tengah berupaya menelusuri aliran dana kasus korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo lewat kerja sama antar instansi dan lembaga.
"Kalau sekarang nggak di WP saja, tapi di keseluruhan kan kita lagi minta bantuan PPATK, keseluruhan (aliran dana). Kita tunggu PPATK," ujar Febrie kepada wartawan, dilangsir dari PMJ, Senin, 29 Mei 2023.
Kendati begitu, Febrie belum menjelaskan lebih jauh soal informasi yang menyangkut materi penyelidikan dan penyidikan. Dia hanya menegaskan Kejagung akan mengejar setiap pihak yang terlibat dalam kasus korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo.
"Pokoknya terbuka, yang dua (tersangka) sudah kita dorong, nanti di persidangan kelihatan. Ini alurnya kemana, kemudian proses mark up-nya gimana, dan siapa yang pegang," tuturnya.
Baca Juga: Pembangunan Dermaga oleh PT PP EPC Retak-Retak, Diduga Tidak Sesuai Standar Tekhnis
Disinggung aliran dana kasus korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo ke partai politik hingga DPR, Febrie meminta agar publik menunggu hasil koordinasi antara Kejagung dengan PPATK.
"Sekarang sedang diselidiki siapa saja yang menikmati mark up itu, pendalamnnya, jadi nggak ditarik ke belakang," tuturnya.***
Artikel Terkait
Publik Percaya Ganjar Pranowo akan Lanjutnya Kepemerintahan Jokowi: Menurut SMRC
Publik inginkan Proporsional Terbuka atau Tertutup? Ini Jawabannya Menurut SMRC
Tegas! Fahri Hamzah: Anggota Legislatif Bukan Pengantar Bansos: Sibuk Menjadi Pelayan Eksekutif
Ganjar Pranowo Konsolidasi di Banten: Safari Politik
Akibat Suap dan Gratifikasi, KPK: 371 Pengusaha Terjerat Korupsi
Kristen Muhammadiyah: KrisMuha Simpatisan Varian Baru, ini Informasinya
Meski Sampah Kecil, Puntung Rokok Meracuni Lingkungan: Penyumbang Sampah yang Mengotori Bumi
Simpatisan Varian Baru Kristen Muhammadiyah, Begini Kata Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim
Silaturahmi ke Ulama Banten Abuya Muhtadi, Ganjar Pranowo: Banyak Nasihat
Menangkan Ganjar Pranowo, Hari ini PDIP dan PPP akan Bahas Koordinasi dan Konsolidasi Relawan