Agustus! Presiden Jokowi Direncanakan Resmikan Bendungan Lolak, Ganti Untung Lahan Warga Diduga 'Bermasalah'

photo author
Kamal Babay, Sulut Zone
- Selasa, 23 Mei 2023 | 09:26 WIB
Lokasi lahan yang terdampak proyek Bendungan Pindol Lolak (Istimewa)
Lokasi lahan yang terdampak proyek Bendungan Pindol Lolak (Istimewa)

SULUTZONE.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan pada Agustus 2023 akan meresmikan Bendungan Lolak, di Desa Pindol Kecamatan Lolak, Bolmong, Sulut.

Pekerjaan Strategis Nasional yang mulai dikerjakan sejak 2015 oleh PT Pembangunan Perumahan ( PT PP) ini telah masuk tahap finalisasi diangka 96 persen.

Dikutip dari laman Sekretariat kabinet, "nanti bulan Maret atau April akan selesai lagi satu bendungan, yaitu Bendungan Lolak,” ujar Presiden kepada para jurnalis.

Baca Juga: Miris! Pembayaran Ganti Rugi Bendungan Pindol Lolak Tak Kunjung Rampung, Warga Ingin Kepastian

Namun, mendekati kedatangan Presiden Jokowi yang direncanakan Agustus 2024 mendatang, polemik ganti rugi lahan diduga belum tuntas.

Berdasarkan investigasi sejumlah jurnalis kepada para pemilik lahan dan pihak Pemdes Pindol, Kecamatan Lolak, Bolmong ditemukan berbagai dugaan masalah.

Kepala Desa (Sangadi.Red) Pindol Muslim Paputungan, pihaknya mempertanyakan tentang ganti untung bagi pemilik lahan pertanian di Bendungan Pindol.

Baca Juga: Sangadi Pindol: Yang Diganti Lahan Pertanian bukan Hanya Tanaman: Berdasarkan SK KLHK

"Berdasarkan SK Kementeriaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang terbit bulan Desember tentang pelepasan kawasan, yang diganti untung itu adalah lahan pertanian dan tanaman," ungkapnya kepada sejumlah awak media.

Pemdes Pindol sampai saat ini belum memiliki informasi akurat tentang kehadiran Tim Terpadu.

"Sampai saat ini kami belum memiliki data akurat. Kehadiran Tim Terpadu beberapa waktu lalu itu tidak menjelaskan secara detail kepada pemilik lahan," kata Sangadi Pindol.

Baca Juga: Ganti Untung Proyek Bendungan Lolak Bolmong, Warga Tuntut Transparansi: Diduga 60 Hektar Terdampak

"Mengapa Tim Terpadu tidak menyampaikan saja ke warga bahwa data yang kemarin itu adalah baru data identifikasi. Sampai saat ini kami belum memiliki arsipnya di desa," tambah dia lagi.

Pihaknya saat ini masih menunggu hasil pertemuan beberapa waktu terkait ganti untung hanya untuk tanam tumbuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kamal Babay

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X