Warga tersebut lantas mencontohkan menu yang dibagikan dalam momentum Ramadan 2026 itu berupa bakpao, telur rebus, dan pisang.
Menu tersebut dianggap belum mencerminkan nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp10.000 per porsi.
"Bukan tidak bersyukur, tapi ini juga (menu MBG) dari uang pajak masyarakat," ungkap seorang warga di Banyumas.
"Jadi wajar kalau orang tua berharap menu yang diberikan sesuai dengan standar program MBG," sambungnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada penjelasan resmi dari otoritas berwenang mengenai penyebab kasus keterlambatan distribusi makanan tersebut.
Kendati demikian, besar harapan warga setempat agar proses distribusi makanan dapat berjalan tepat waktu pada masa mendatang.*
Artikel Terkait
Pangdam XIII/Merdeka Tinjau Wilayah dan Koramil Jajaran Kodim 1312/Talaud
Mengenal Nicolaus Tangapo: Dari Pengawal Demokrasi Menuju Kursi Hukum Tua Pineleng Dua
Perkuat Sinergi di Beranda Utara NKRI, Bupati Talaud, Welly Titah Gelar Buka Puasa Bersama Pangdam XIII/Merdeka
Sinergi di Pulau Sara: Bupati Talaud, Welly Titah dan Pangdam XIII/Merdeka Olahraga Bersama di Destinasi Unggulan Talaud
Editorial: Menghidupkan Kembali Raksasa Tidur, Integrasi Trans Kawanua dan Trans Manado
Tanamkan Cinta Tanah Air, Babinsa Koramil 1312-06/Nanusa, Serka Alex Kelyombar Jadi "Sahabat Pelajar" di Perbatasan Nanusa Talaud
Tingkatkan Literasi Keuangan Santri : BSG, BCA, dan OJK Gelar Program GENCARKAN di Kotamobagu
Viral Siswa di Majalengka Keluhkan MBG Cuma Dapat Ubi Bakar, SPPG Sebut Sudah Bagikan Menu Lengkap
Diduga Bagikan Brownies Kedaluwarsa untuk MBG di Jogja, Pihak Bakery Klarifikasi Sebut Penyesuaian Stok Produksi
Wakil Komisaris Alamtri Boy Thohir Ungkap Momen Kebersamaan dengan 1.000 Anak Yatim dalam Iftar Ramadan 2026