Bencana tersebut, menurut catatan dari BPBD membuat sekitar 500 orang harus mengungsi karena rumah yang ditinggali mengalami kerusakan.
Kerusakan terparah berada di Dusun Kaliurip, Desa Serang di mana 36 rumah rusak berat.
Rumah warga di area tersebut tertimbun material lumpur, batu, dan kayu dengan kedalaman mencapai 1 meter dan sekitar 6 rumah lainnya rata dengan tanah.
Dusun Gunung Malang yang terisolir, dikabarkan ada 18 rumah yang terdampak, rinciannya adalah 12 rumah rusak berat rata dengan tanah dan 6 rumah yang berpotensi mengalami hal serupa.
Sementara untuk Dusun Bambangan, Desa Kutabawa ada sekitar 29 rumah yang mengalami kerusakan ringan.
Jembatan penghubung Kutabawa dan Clekatakan dilaporkan ambruk dan akses jalan kabupaten tertutup material longsor hingga sepanjang 12 meter.
*
Artikel Terkait
Keluhan Warga hingga Relawan Nakes, Begini Sulitnya Akses Air Bersih di Bener Meriah
Dua Bulan Pascabanjir Bandang, Kecamatan Sawang di Aceh Utara Masih Kesulitan Akses Jalan Darat
Perumahan di Sukawangi Bekasi Dilanda Banjir, Warga Terpaksa Mengungsi Setelah Air Kian Meninggi
Pecah Tangis Reza Arap hingga Berlutut di Hadapan Ibunda Lula Lahfah, Relakan Kepergian sang Kekasih untuk Selamanya
Kenangan Sosok Lula Lahfah di Mata Reza Arap, Dipertemukan Kembali di Proyek Film hingga Sepakat Jalin Asmara
Analisis: Strategi "Oskar Manoppo Way" dalam Memperkuat Basis Demokrat di Boltim dan Ekspansi ke BMR
Longsor di Cisarua Bandung Barat: Puluhan Rumah Warga Tertimpa Bebatuan dari Lereng Gunung hingga Kondisi Medan yang Curam
82 Orang Dinyatakan Hilang Imbas Longsor di Bandung Barat, Dugaan Alih Fungsi Lahan Kini Tuai Sorotan di Medsos
Kondisi Desa Penakir di Lereng Gunung Slamet, Kiriman Banjir dari Hulu Sebabkan Jembatan Putus dan Batu Berserakan di Jalanan Warga
Tak Peduli Lumpur Mengendap Setinggi Pinggang di Area Persawahan Aceh Utara, Viral Petani Tetap Menanam Padi Tuai Kagum Warganet