Oleh: Deon Wungouw
BOLTIM, SulutZone.com – Kepemimpinan Oskar Manoppo di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tidak hanya sekadar menjalankan roda pemerintahan. Sebagai Bupati sekaligus Wakil Ketua DPD Demokrat Sulut dan Korwil BMR, Oskar tengah merajut strategi politik "arus bawah" yang sistematis untuk memperkuat basis Partai Demokrat menjelang tahun-tahun politik mendatang.
Lahir di Boltim pada 12 Januari 1972, Oskar membawa modal kuat: rekam jejak panjang sebagai birokrat keuangan dan pemahaman mendalam atas sosiologi masyarakat lokal.
Restorasi Citra: Belajar dari Luka Kampanye 2024
Langkah paling menarik dari "Oskar Manoppo Way" adalah keberaniannya melakukan otokritik. Pasca insiden narasi provokatif dan pelanggaran izin cuti kampanye di Kecamatan Modayag pada Februari 2024, Oskar mengambil tanggung jawab penuh.
Alih-alih defensif, ia memilih jalan transparansi:
- Pengakuan Terbuka: Mengakui kesalahan di hadapan tokoh adat dan masyarakat Modayag.
- Sanksi Internal: Melakukan pembinaan ulang terhadap kader yang lalai.
- Kompensasi Kinerja: Mengalihkan fokus pembangunan infrastruktur dan beasiswa di wilayah terdampak persepsi negatif.
Hasilnya impresif. Survei internal menunjukkan persepsi positif masyarakat melonjak dari 45% (2024) menjadi 72% pada awal 2026.
Empat Pilar Pengembangan Basis Dukungan
Oskar menerapkan strategi yang terukur untuk mengonversi kinerja pemerintah menjadi dukungan politik yang organik:
1. Kaderisasi Milenial Edukatif
Melalui "Kelompok Peduli Demokrat", Oskar merekrut 450 pemuda di 6 kecamatan. Bukan sekadar tim sorak, mereka diberi pelatihan kepemimpinan dan advokasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan agen informasi di tingkat desa.
2. Integrasi Program Pemerintah dan Aspirasi Partai
Sebagai bupati, Oskar memastikan program dinas teknis sejalan dengan visi partai yang pro-rakyat. Contohnya, bantuan bibit untuk 300 petani di Pinogaluman dan Mooat, serta standarisasi LPPD yang transparan sebagai bukti kredibilitas tata kelola.
3. Safari Desa dan Pos Layanan Solutif
Demokrat di bawah Oskar tidak hanya hadir saat Pemilu. Melalui "Safari Demokrat" dan pembukaan "Pos Layanan Demokrat" di setiap kecamatan, masyarakat mendapatkan akses konsultasi hukum, pendidikan, hingga ekonomi secara gratis.
Artikel Terkait
Oknum Driver Ojol Diduga Intimidasi Pesepeda yang Sudah Berada di Jalur Khusus, Polres Jakpus Sebut Bakal Lakukan Tindak Lanjut
Warga Desa Penakir Pemalang Ungkap Detik-detik Banjir Bandang Menerjang Permukiman, Air Datang dari Sore hingga Dini Hari
Curhat Warga Aceh Tamiang, Harus Jemput Air Bersih yang Berjarak Lebih dari 1 Km untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Wisata Guci Diterjang Banjir Bandang: Pipa Sampai ke Pantai Larangan hingga Kebijakan Tiket Gratis Selama Pemulihan Kawasan Terdampak
Mitra Jadi Tuan Rumah PKPG 2026, Bupati Ronald Kandoli Warning Panitia: Fokus Melayani, Haramkan Miras!
Keluhan Warga hingga Relawan Nakes, Begini Sulitnya Akses Air Bersih di Bener Meriah
Dua Bulan Pascabanjir Bandang, Kecamatan Sawang di Aceh Utara Masih Kesulitan Akses Jalan Darat
Perumahan di Sukawangi Bekasi Dilanda Banjir, Warga Terpaksa Mengungsi Setelah Air Kian Meninggi
Pecah Tangis Reza Arap hingga Berlutut di Hadapan Ibunda Lula Lahfah, Relakan Kepergian sang Kekasih untuk Selamanya
Kenangan Sosok Lula Lahfah di Mata Reza Arap, Dipertemukan Kembali di Proyek Film hingga Sepakat Jalin Asmara