Upaya Pembangunan Jalan Darurat dan Update Huntara Warga Terdampak
Di sisi lain, jembatan darurat penghubung Desa Riseh dan Dusun Cot Calang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara sudah dapat dilalui masyarakat, baik road dua maupun roda empat.
Pembangunan jembatan dilakukan oleh personel BKO Brimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Polres Lhokseumawe.
Jembatan darurat tersebut diharapkan bisa menjadi penunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, hingga kelancaran kegiatan ekonomi dan sosial.
Selain jembatan darurat, Pemkab Aceh Utara juga masih memiliki PR untuk bisa menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara).
Pembangunan huntara perlu dikebut untuk bisa rampung dan ditempati oleh warga terdampak sebelum 18 Februari 2026, di mana umat Islam akan masuk bulan Ramadan.
Sementara itu, korban jiwa di Aceh Utara akibat banjir bandang dan tanah longsor November 2025 lalu menyebabkan 345 orang meninggal dunia, 6 orang masih hilang, dan lebih dari 33 ribu orang mengungsi yang tersebar di 12 kecamatan.
*
Artikel Terkait
Kasus IsDB Unsrat Bergulir ke Meja Hijau, Jaksa Limpahkan Berkas Eks Rektor Ellen Kumaat Cs ke PN Manado
Kejati Sulut dan PTPN I Regional 8 Resmi Jalin Kerja Sama Hukum Datun
Aroma KKN di Balik Dana Penelitian Unsrat, LMND Manado Sebut Rektor Hingga Sekretaris LPPM Tabrak Aturan
Energi Baru! Richard Karauwan, Alumni Fisip Unsrat Siap Bertarung di Pilhut Talikuran Minahasa 2026
Oknum Driver Ojol Diduga Intimidasi Pesepeda yang Sudah Berada di Jalur Khusus, Polres Jakpus Sebut Bakal Lakukan Tindak Lanjut
Warga Desa Penakir Pemalang Ungkap Detik-detik Banjir Bandang Menerjang Permukiman, Air Datang dari Sore hingga Dini Hari
Curhat Warga Aceh Tamiang, Harus Jemput Air Bersih yang Berjarak Lebih dari 1 Km untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Wisata Guci Diterjang Banjir Bandang: Pipa Sampai ke Pantai Larangan hingga Kebijakan Tiket Gratis Selama Pemulihan Kawasan Terdampak
Mitra Jadi Tuan Rumah PKPG 2026, Bupati Ronald Kandoli Warning Panitia: Fokus Melayani, Haramkan Miras!
Keluhan Warga hingga Relawan Nakes, Begini Sulitnya Akses Air Bersih di Bener Meriah