Mengenai jumlah warga yang menjadi korban banjir, Pemprov juga mencatat ada sekitar 252 kepala keluarga atau 911 jiwa yang terdampak langsung oleh bencana ini.
Lokasi pengungsian bagi warga terdampak, pemerintah menyiapkan beberapa titik, yaitu di kantor Kecamatan Pulosari yang menampung 148 jiwa, gedung PC NU sebanyak 381 jiwa, serta SDN 02 Penakir dengan 30 jiwa pengungsi.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.
Pemenuhan Bantuan di Posko Pengungsian
Selain evakuasi warga ke lokasi pengungsian, bantuan logistik juga mulai didatangkan hingga layanan sementara pascabanjir.
Posko untuk logistik dan dapur umum sudah didirikan dan penanganan teknis infrastruktur melalui pembersihan material dan asesmen kerusakan sudah dimulai.
Pelayanan kesehatan juga sudah mulai aktif dengan mendirikan posko sendiri untuk memastikan kebutuhan medis warga terpenuhi.
*
Artikel Terkait
Curhat SBY Setelah Ikuti Dinamika Global dalam 3 Tahun Terakhir, Potensi Perang Dunia III Bikin Presiden ke-6 RI Itu Super Cemas
Melihat Kondisi Dusun Sarah Raja, Daerah Pedalaman Aceh Utara yang Masih Sulit Air Bersih dan Listrik di 2 Bulan Pascabanjir
KDM Tanggapi Aduan Warga Bekasi soal Banjir di Harapan Indah: Jangan Segala Sesuatu Dibebankan ke Pemerintah
Layaknya Waterboom, Viral Anak-anak Bekasi Justru Asyik Main Air saat Banjir
Asah Kemampuan Bertarung, Prajurit Kodim 1312/Talaud Tempuh Uji Kenaikan Tingkat Pencak Silat Militer
Kasus IsDB Unsrat Bergulir ke Meja Hijau, Jaksa Limpahkan Berkas Eks Rektor Ellen Kumaat Cs ke PN Manado
Kejati Sulut dan PTPN I Regional 8 Resmi Jalin Kerja Sama Hukum Datun
Aroma KKN di Balik Dana Penelitian Unsrat, LMND Manado Sebut Rektor Hingga Sekretaris LPPM Tabrak Aturan
Energi Baru! Richard Karauwan, Alumni Fisip Unsrat Siap Bertarung di Pilhut Talikuran Minahasa 2026
Oknum Driver Ojol Diduga Intimidasi Pesepeda yang Sudah Berada di Jalur Khusus, Polres Jakpus Sebut Bakal Lakukan Tindak Lanjut