WALENRANG – Arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi, tepatnya di wilayah Walenrang, mengalami kemacetan parah pada pagi hari akibat aksi demonstrasi menuntut pemekaran Luwu Raya.
Massa aksi yang memadati badan jalan membuat kendaraan, termasuk bus antarkota, tak berkutik hingga memicu gelombang kritik dari warga dan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan deretan bus terpaksa menepi di bahu jalan.
Kondisi ini membuat para penumpang terlantar.
Selain keterlambatan perjalanan, minimnya fasilitas umum di titik kemacetan menambah beban para penumpang.
"Kasihan penumpang yang mau ke toilet, tidak ada masjid terdekat. Mudah-mudahan warga setempat bisa membantu," tulis R.I., salah satu pengguna jalan dalam unggahannya di media sosial.
Media Sosial Memanas: Antara Aspirasi dan Hak Publik
Kondisi di lapangan merembet ke jagat maya. Pantauan di berbagai platform media sosial menunjukkan perdebatan sengit antara pendukung aksi dan masyarakat yang merasa dirugikan.
Sejumlah warganet meluapkan kekesalannya terhadap metode blokade jalan yang dipilih massa aksi.
- Akun Y.Y. menulis kritik tajam, "Demo ga ada otak, bikin susah orang saja," merujuk pada dampak mobilitas warga yang terganggu.
- Warganet berinisial A. menyoroti efektivitas aksi tersebut. "Mahasiswa cuma alat politik. Tidak segampang itu pemekaran, kalau keuangan dikelola korup tetap saja tidak maju. Demo lah pada tempatnya, di gedung dewan atau kantor pemerintah," tulisnya.
Namun, pendapat berbeda disampaikan K.G. yang menyebut aksi turun ke jalan adalah pilihan terakhir. "Bagaimana mau diduduki kalau anggota dewan semua setuju? Jadi terpaksa di jalan supaya diperhatikan," cetusnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat terkait durasi aksi maupun skema pengalihan arus lalu lintas di wilayah tersebut.
(Red)
Dapatkan pembaruan berita terkini, peristiwa viral, dan informasi penting lainnya setiap hari.
Yuk, ikuti dan baca berita SulutZone.com melalui Google News agar tidak ketinggalan informasi terbaru.
???? [KLIK DI SINI UNTUK MENGIKUTI SULUTZONE DI GOOGLE NEWS]
Artikel Terkait
Sosok Jems Tuuk, Banteng Pertama yang Masuk Lingkaran Yulius Selvanus, Kini Timsus Pancaindera Gubernur
Ibadah Bersama Jemaat, Serka Florianus Pastikan Kedamaian di Gereja Sion Marampit Talaud
Pastikan Ibadah Minggu Khidmat, Personel Koramil 03/Beo Gelar Patroli Pengamanan di Rusoh dan Pampalu Talaud
Punya 13 Aset Tanah dan Koleksi 3 Mobil, Intip Harta Kekayaan Kadisdik Sulut Femmy Suluh yang Capai Rp3,8 Miliar
Sokong Asta Cita Presiden, Bulog SulutGo Masif Serap Hasil Panen Petani Lokal demi Swasembada Pangan
Tekan Potensi Konflik, Personel Polres Talaud Siaga Patroli Hingga Tengah Malam
Pemkot Manado Dorong UMKM Naik Kelas, Wawali Richard Sualang: Target Jadi Kafe dan Restoran!
Wali Kota Andrei Angouw Sentil Kebiasaan Warga Buang Sampah dari Kaca Mobil: Harus Disiplin!
Tajir Sejak Menjabat Kabid, Intip Kekayaan Kadis PUPR Sulut Deicy Paath yang Tembus Rp3,2 Miliar Tanpa Hutang
Buntut Dugaan Penganiayaan di Melonguane, TNI AL Minta Maaf dan Pastikan 5 Oknum Anggota Diproses Hukum