Aksi Demo Pemekaran Luwu Raya Lumpuhkan Trans Sulawesi, Penumpang Bus Terlantar di Walenrang

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 26 Januari 2026 | 09:15 WIB
Bus Terhambat karena Demo Pemekaran Luwu Raya (Dok. Istimewa)
Bus Terhambat karena Demo Pemekaran Luwu Raya (Dok. Istimewa)

WALENRANG – Arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi, tepatnya di wilayah Walenrang, mengalami kemacetan parah pada pagi hari akibat aksi demonstrasi menuntut pemekaran Luwu Raya.

Massa aksi yang memadati badan jalan membuat kendaraan, termasuk bus antarkota, tak berkutik hingga memicu gelombang kritik dari warga dan pengguna jalan.

​Pantauan di lokasi menunjukkan deretan bus terpaksa menepi di bahu jalan.

Kondisi ini membuat para penumpang terlantar.

Selain keterlambatan perjalanan, minimnya fasilitas umum di titik kemacetan menambah beban para penumpang.

​"Kasihan penumpang yang mau ke toilet, tidak ada masjid terdekat. Mudah-mudahan warga setempat bisa membantu," tulis R.I., salah satu pengguna jalan dalam unggahannya di media sosial.

Baca Juga: Buntut Dugaan Penganiayaan di Melonguane, TNI AL Minta Maaf dan Pastikan 5 Oknum Anggota Diproses Hukum

Media Sosial Memanas: Antara Aspirasi dan Hak Publik

​Kondisi di lapangan merembet ke jagat maya. Pantauan di berbagai platform media sosial menunjukkan perdebatan sengit antara pendukung aksi dan masyarakat yang merasa dirugikan.

​Sejumlah warganet meluapkan kekesalannya terhadap metode blokade jalan yang dipilih massa aksi.

  • Akun Y.Y. menulis kritik tajam, "Demo ga ada otak, bikin susah orang saja," merujuk pada dampak mobilitas warga yang terganggu.
  • Warganet berinisial A. menyoroti efektivitas aksi tersebut. "Mahasiswa cuma alat politik. Tidak segampang itu pemekaran, kalau keuangan dikelola korup tetap saja tidak maju. Demo lah pada tempatnya, di gedung dewan atau kantor pemerintah," tulisnya.

Baca Juga: Tajir Sejak Menjabat Kabid, Intip Kekayaan Kadis PUPR Sulut Deicy Paath yang Tembus Rp3,2 Miliar Tanpa Hutang

​Namun, pendapat berbeda disampaikan K.G. yang menyebut aksi turun ke jalan adalah pilihan terakhir. "Bagaimana mau diduduki kalau anggota dewan semua setuju? Jadi terpaksa di jalan supaya diperhatikan," cetusnya.

​Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat terkait durasi aksi maupun skema pengalihan arus lalu lintas di wilayah tersebut.

(Red

 

Dapatkan pembaruan berita terkini, peristiwa viral, dan informasi penting lainnya setiap hari.

​Yuk, ikuti dan baca berita SulutZone.com melalui Google News agar tidak ketinggalan informasi terbaru.

​???? [KLIK DI SINI UNTUK MENGIKUTI SULUTZONE DI GOOGLE NEWS]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X