Ancaman Supermoon di Awal 2026! Pesisir Jakarta Terancam Terendam, Warga Diminta Bersiap Hadapi Skenario Terburuk

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Minggu, 4 Januari 2026 | 10:56 WIB
Ilustrasi kartun : Monas terendam banjir (Dok. Generated Gemini)
Ilustrasi kartun : Monas terendam banjir (Dok. Generated Gemini)


Waspada Supermoon Januari 2026: Jakarta Masuk Status Siaga Satu Banjir Rob Hingga 7 Januar
i

SULUTZONE.COM -- Awal tahun 2026 diawali dengan alarm peringatan keras bagi warga pesisir Jakarta seiring dengan rilis resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengenai ancaman banjir rob yang diprediksi akan mengepung wilayah utara hingga 7 Januari mendatang.

Fenomena alam langka yang mempertemukan Fase Bulan Purnama dengan jarak terdekat bulan ke bumi atau Perigee, yang lebih dikenal sebagai Supermoon, menjadi pemicu utama melonjaknya pasang maksimum air laut ke level yang mengkhawatirkan.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan bahwa kombinasi gravitasi ekstrim ini akan memaksa permukaan air laut naik secara signifikan dan menekan daratan Jakarta yang kian rentan, menciptakan tantangan besar bagi sistem pertahanan kota di hari-hari pertama tahun baru ini.

Berdasarkan data meteorologi terbaru, puncak ancaman ini diprediksi akan terjadi setiap hari antara pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, sebuah jendela waktu krusial di mana wilayah strategis seperti Kamal Muara, Pluit, Ancol, hingga kawasan Kepulauan Seribu berada dalam risiko tinggi terendam air laut.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tanggul! Inilah Operasi Penyelamatan Jakarta Agar Tak Jadi Atlantis Modern

Masyarakat di sepanjang garis pantai mulai dari Penjaringan hingga Cilincing kini diimbau untuk masuk ke mode kesiapsiagaan penuh karena durasi pasang tinggi kali ini diperkirakan akan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Pemerintah menekankan bahwa dinamika cuaca di era krisis iklim saat ini dapat berubah secara radikal dalam hitungan jam, sehingga menghindari aktivitas di bibir pantai dan memastikan drainase mandiri di lingkungan rumah tetap bersih menjadi langkah penyelamatan pertama yang harus dilakukan oleh warga secara mandiri.

Dalam menghadapi potensi "serangan" air laut ini, Jakarta telah mengintegrasikan seluruh kanal informasinya ke dalam ekosistem digital agar warga bisa memantau pergerakan banjir secara real-time melalui aplikasi JAKI dan situs pantau banjir resmi.

Di tengah ancaman yang membayangi stabilitas ekonomi dan mobilitas di pesisir utara, layanan darurat gratis 112 telah disiagakan penuh selama 24 jam untuk merespons skenario evakuasi maupun laporan darurat lainnya.

Kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama saat ini, karena menghadapi kekuatan alam seperti Supermoon di tengah kondisi geografis Jakarta yang terus menurun bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan ujian ketangguhan bagi keberlangsungan hidup warga di garis depan perubahan iklim global.
***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: ruangkota.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X