Alfian mengatakan, banjir besar dan longsor yang terjadi di 3 provinsi tersebut telah menimbulkan dampak luar biasa, termasuk korban jiwa, kerusakan infrastruktur, kerugian harta benda, hingga lumpuhnya ekonomi dan sosial masyarakat.
Hingga saat ini, lanjutnya, ribuan warga masih terisolasi, puluhan ribu rumah terendam, dan kerusakan terhadap berbagai fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, jembatan, serta jalan nasional.
"Di sejumlah wilayah, akses transportasi terputus total sehingga bantuan logistik tidak dapat disalurkan," tandas Alfian.***
Artikel Terkait
Bupati Aceh Tengah Nyatakan 'Tidak Sanggup' Tangani Bencana Darurat Sendirian, 15 Korban Tewas/Hilang
Sembilan Naga Muda Sulut Lahir, BPD HIPMI Sulut Lantik Para BPC se-Sulut
CC PLN 123 Raih 8 Penghargaan Global Contact Center World 2025 di Yunani
Pertamina Salurkan Bantuan Logistik dan Evakuasi Pekerja di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Pertamina Tancap Gas Pemulihan: 54 SPBE dan 556 Agen LPG Aktif Layani Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pertamina Dorong Pemulihan Akses: Pasok Bahan Bakar Non-Stop untuk Operasional Alat Berat Bencana Sumatra
Aksi Nyata Berikan Rasa Aman: Patroli Perintis Presisi Samapta Tak Kenal Lelah di Kepulauan Talaud
Ops Zebra Samrat 2025 di Talaud Berakhir: Puluhan Pelanggar Kena Sanksi, Motor Mendominasi!
Beredar Surat Bupati Aceh Tengah Akui Tak Mampu Atasi Bencana, Kepala BNPB: Jadi Lebih Kita Prioritaskan
Kisah 4 Kampung yang Tersapu Banjir Bandang di Aceh, Disebut Bak Tsunami Kedua usai Tragedi pada 2004 Silam