TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah secara resmi menyatakan ketidakmampuan (inability) dalam melaksanakan upaya penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Pernyataan ini dikeluarkan melalui surat resmi Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, tertanggal 27 November 2025.
Surat Pernyataan Ketidakmampuan Upaya Penanganan Darurat Bencana bernomor 360/5/SR/BPBD/2025 tersebut didasarkan pada Pernyataan Bencana Bupati Aceh Tengah Nomor 360/3653/BP/2025 yang telah menetapkan status darurat sejak 26 November 2025.
Bupati Haili Yoga menyatakan bahwa kondisi dampak bencana telah melampaui kemampuan daerah. Hingga surat tersebut diterbitkan, bencana banjir bandang, tanah longsor, dan lumpur telah menyebabkan korban jiwa yang sangat banyak.
Data dampak bencana yang tercantum dalam surat meliputi:
Korban Jiwa: Sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia dan hilang.
Korban Terdampak: Lebih dari 3.123 Kepala Keluarga (KK) terkena dampak.
Kerusakan: Kerusakan dan kerugian dilaporkan terus bertambah akibat bencana yang terjadi.
"Mengingat kondisi dampak bencana ini, kami selaku Bupati Aceh Tengah menyatakan ketidakmampuan dalam melaksanakan upaya penanganan darurat bencana sebagaimana mestinya," tulis Bupati Haili Yoga dalam surat pernyataan tersebut, yang dibuat di Takengon pada 27 November 2025.
Pernyataan ini merupakan sinyal mendesak kepada Pemerintah Pusat dan lembaga terkait agar segera mengambil alih atau memberikan dukungan penuh untuk penanganan darurat bencana di Aceh Tengah.
***
Artikel Terkait
PLN Siap Jadi Offtaker Utama, Proyek 'Waste to Energy' Resmi Masuk RUPTL 2025–2034
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sulawesi Utara: Hujan Lebat Dipicu La Nina dan Pusat Tekanan Rendah
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sulut: Waspada Bencana Hidrometeorologi Seperti di Sumatra
Kilas Balik Insiden Kebakaran di 7 Gedung Apartemen Wang Fuk Court Hong Kong, 11 Orang Jadi Tersangka
Insiden Kecelakaan Maut Gary Iskak Tinggalkan Duka Mendalam, Sempat Pinjam RX King untuk Lepas Kerinduan
Masih Terisolir, Kepala BNPB Sebut Tapanuli Tengah dan Sibolga Perlu Perhatian Serius
Tanzielal Aziezir : Tapteng Darurat Kemanusiaan, Listrik Padam dan Cabai Tembus Rp 400 Ribu/Kg
Kayu Gelondongan Terbawa Arus saat Banjir, Tapanuli Selatan Jadi Wilayah Paling Parah Terdampak
Kisah Anggota Polisi di Polda Riau yang Gugur dalam Bencana Sumbar, Sempat Selidik Kasus di Lapas Padang
Pemprov Sumut Sebut Bantuan Logistik Aman, Akui Kendala Distribusi Sulit ke Tapteng dan Sibolga yang Masih Terisolir