Catatan Inflasi di Indonesia saat Orde Baru
Presiden Soeharto menjadi pemimpin negara terlama yang menduduki jabatannya selama 32 tahun, mulai tahun 1966 hingga 1998.
Selama 32 tahun itu, gejolak ekonomi pun menghampiri Indonesia dengan inflasi tinggi yang kemudian dapat diredam oleh pemerintah.
Inflasi di Indonesia bahkan mencapai hiperinflasi di tahun 1966 dengan kenaikan 635 persen, imbas dari kenaikan di akhir kepemimpinan Soekarno.
Hiperinflasi tersebut kemudian diatasi dengan kebijakan-kebijakan dari Menteri Keuangan saat itu, Fransiscus Xaverius Seda yang menjabat pada 1966-1968 dan berhasil menurunkannya ke 112 persen.
Balancing model anggaran penerimaan dan belanja negara didorong oleh pemerintah untuk ‘melawan’ kebijakan sebelumnya yang banyak mencetak uang.
Dengan kebijakan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) I yang mendorong swasembada, pada tahun 1970 pertumbuhan ekonomi berada di angka 10,92 persen.
Sementara inflasi naik lagi hingga 47 persen di sekitar tahun 1973-1974 karena banyaknya uang yang beredar usai kran kredit perbankan dibuka, namun di tahun 1974–1975 inflasi berhasil diturunkan dengan kebijakan stabilisasi ekonomi ke 21 persen.
***
Artikel Terkait
Whoosh: Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi
Prabowo Sebut Karakter Bangsa Indonesia Terlalu Baik dan Ingatkan Anak Muda Jangan Jadi Pemimpin yang Lugu
IFG dan Bahana TCW Dorong Tata Kelola Investasi Asuransi Berbasis Risiko Lewat CFO Forum AAUI 2025
Kemelut Kereta Cepat Whoosh: Mahfud MD Sebut KPK Aneh hingga Persilakan Lembaga Antirasuah Panggil Dirinya
Timothy Anugerah dan Skandal Perundungan di UNUD, Cerminkan Bullying Bukan Sekadar Pelanggaran Etika
Akar Masalah Proyek Kereta Cepat Whoosh, Pengamat Bongkar soal Pindah Tangan dari BUMN ke Investor China
Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi Pulih Lebih Cepat di Desember 2025, Gen Z Justru Masih Terjebak di Lingkar Pengangguran
Insiden Robohnya Rainbow Slide di Ketapang, Tambah Daftar Kasus Wahana Permainan Anak yang Rawan Kecelakaan
Oknum Mahasiswa Pembuli Timothy Anugerah Ditolak Koas di RS, Bukti Nyata Penolakan Aksi Perundungan di Kampus UNUD
Analisis Tajam Bambang Pamungkas soal Kandasnya Garuda di Round 4, Komentar Warganet yang Tanpa Data di Medsos Jadi Sorotan