Beberapa di antaranya berasal dari fakultas lain seperti Kedokteran serta Kelautan dan Perikanan.
Berkaca dari hal itu, tragedi yang membayangi kematian Timothy tersebut juga memperlihatkan perilaku bullying bukan hanya pelanggaran etika, tetapi juga bentuk kekerasan psikologis yang bisa berujung fatal.
Korban bukan sekadar kehilangan rasa aman, tetapi juga terkikis harga dirinya. Luka semacam ini jarang tampak, namun meninggalkan dampak panjang terhadap mental dan kehidupan sosial korban.
Luka yang Tak Terlihat
Peneliti sosial, Emma Jones dalam karya bukunya berjudul "Should Bullying Be a Crime? (2020)" menilai perundungan dapat menghancurkan kepercayaan diri seseorang.
“Bullying bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan kekerasan psikososial yang dapat mengikis martabat, menghancurkan kepercayaan diri, dan bahkan merenggut nyawa,” tulis Emma Jones.
Pernyataan itu menggambarkan kenyataan pahit yang kini menjadi sorotan dalam kasus perundungan yang dialami Timothy.
Terlebih, tindakan yang sering dianggap sepele, seperti ejekan atau tekanan kelompok, sebenarnya bisa menjadi akar dari tragedi besar.
Oleh karena itu, penyikapan terhadap kasus ini tidak boleh berhenti pada sanksi administratif, melainkan juga perubahan budaya kampus.
Di sisi lain, kasus Timothy adalah cermin dari wajah pendidikan yang masih belum sepenuhnya bebas dari kekerasan sosial.
Bullying Tak Cukup dengan Penindakan
Terpisah, pemikiran Matthew Sharpe dalam karya bukunya berjudul "Stoicism, Bullying, and Beyond (2022)" mengingatkan pentingnya kekuatan batin dalam menghadapi situasi perundungan.
“Jika hukum berperan menegakkan keadilan dari luar, maka Stoisisme menawarkan kekuatan dari dalam,” tulis Matthew Sharpe.
Prinsip ini memberi pesan, cara menghadapi bullying tidak cukup dengan penindakan, tetapi juga dengan membangun ketahanan moral dan empati sosial.
Selain itu, korban perlu didukung untuk memulihkan rasa percaya diri, sementara pelaku harus diberi ruang refleksi agar memahami dampak perbuatannya.
Artikel Terkait
Nelayan Meninggal di Keroyok, 2 Pelaku Diamankan Resmob Polresta Manado
Menkeu Purbaya Tantang Daerah Tak Hanya Bergantung pada Komoditas, Sebut Upaya Kurangi Jawa Sentris soal Pertumbuhan Ekonomi
Prabowo Ingatkan Aparat Hukum Tak Dzolim: Jangan Kriminalisasi Rakyat Kecil, Penegak Hukum Harus Punya Hati
Penipuan Digital Semakin Mengganas: Rp7 Triliun Raib, Indonesia Puncaki Laporan Scam Global
Kejagung Menyita Aset 1 Bidang Tanah Milik Anak Riza Chalid dalam Kasus Dugaan Korupsi Minyak
Wacana Pemutihan Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan: Pemerintah Masih Tahap Hitung, Dirut Sebut Beban Capai Rp10 Triliun
Whoosh: Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi
Prabowo Sebut Karakter Bangsa Indonesia Terlalu Baik dan Ingatkan Anak Muda Jangan Jadi Pemimpin yang Lugu
IFG dan Bahana TCW Dorong Tata Kelola Investasi Asuransi Berbasis Risiko Lewat CFO Forum AAUI 2025
Kemelut Kereta Cepat Whoosh: Mahfud MD Sebut KPK Aneh hingga Persilakan Lembaga Antirasuah Panggil Dirinya