Serupa namun Tak Sama, Pedagang Es Teh Dapat Pujian dan Hadiah Rp100 Juta, Penjual Telur Gulung Ini Dicibir Gegara ‘Ngepruk’ Harga Tinggi

photo author
Satria Koraag, Sulut Zone
- Selasa, 28 Januari 2025 | 21:14 WIB
Potret momen Gus Miftah mengolok pedagang es teh di Magelang (kiri) dan pedagang asongan yang viral karena ngepruk harga di Solo (kanan).  (X.com/@TheFemaleNeeds - Instagram.com/@mlampahsolo)
Potret momen Gus Miftah mengolok pedagang es teh di Magelang (kiri) dan pedagang asongan yang viral karena ngepruk harga di Solo (kanan). (X.com/@TheFemaleNeeds - Instagram.com/@mlampahsolo)

Sulutzonecom - Sedang hangat diperbincangkan di media sosial (medsos) terkait interaksi Wali Kota Solo, Teguh Prakosa dengan salah satu pedagang asongan yang berjualan telur gulung di Solo, Jawa Tengah (Jateng) pada Senin, 27 Januari 2025.

Momen itu viral lantaran Teguh mendapatkan harga yang tinggi saat mencoba membantu sang pedagang dengan cara memborong dagangan telur gulung di acara Grebeg Sudiro, Pasar Gede. 

Dalam video yang beredar di medsos Instagram @mlampahsolo, dagangan itu diletakkan pada sebuah nampan, yang dikemas dengan cangkir plastik. 

Tampak satu gelas cangkir berisi tiga tusuk telur gulung yang disuguhkan pedagang kepada sang Wali Kota Solo.

Dagangan itu langsung ludes diserbu masyarakat yang menyaksikan pembukaan kirab Grebeg Sudiro di depan panggung utama. 

Perkara muncul saat pedagang itu diberi uang oleh Teguh yang lantas menganggap uang dari sang Wali Kota Solo itu kurang.

"Ini 80 biji, Rp 800 (ribu). Waduh, pie ki (bagaimana ini)," kata pedagang telur gulung tersebut dalam di postingan akun @mlampahsolo yang tayang pada Senin, 27 Januari 2025.

Lantas, bagaimana kronologi saat sang pedagang asongan di Solo itu mematok harga tinggi kepada Teguh selaku Wali Kota Solo? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Sejarah Perayaan Imlek yang Ternyata Hanya Terjadi di Indonesia karena Terjadinya Diskriminasi

Menolak Pemberian Uang Gegara Dinilai Kurang

Mulanya, pedagang asongan itu diberikan uang sebesar Rp200 ribu oleh sang Wali Kota Solo, Teguh Prakosa.

Melihat jumlah uang yang dinilai kecil, pedagang itu menolak pemberian Teguh karena dirinya sudah mematok harga sebesar Rp800 ribu.

"Rp 800 ribu semuanya. Ini 80 biji bos tak tumpuk. Astagfirullah, diitung dulu, tak tumpuk," terang pedagang itu kepada Teguh dalam kesempatan yang sama.

Sempat Protes hingga Naik ke Panggung 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Koraag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X