Wakil Menteri Pertanian Indonesia dan Menteri Peternakan, Pertanian, dan Perikanan Uruguay Teken MoU untuk Kerjasama Pembangunan Pangan

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Sabtu, 8 Juni 2024 | 15:42 WIB
 Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi dan Menteri Peternakan, Pertanian dan Perikanan Republik Oriental Uruguay, Yang Mulia Fernando Mattos menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) (Dok. Kementan)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi dan Menteri Peternakan, Pertanian dan Perikanan Republik Oriental Uruguay, Yang Mulia Fernando Mattos menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) (Dok. Kementan)



SulutZone.com - 
 Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Indonesia, Harvick Hasnul Qolbi, dan Menteri Peternakan, Pertanian, dan Perikanan Republik Oriental Uruguay.

Yang Mulia Fernando Mattos, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang menandai langkah kerjasama antara kedua negara dalam pengembangan sektor peternakan guna meningkatkan produksi daging dan susu berkualitas, Selasa, (04/06/2024).

Wamentan Harvick menyatakan bahwa Kementerian Pertanian Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kinerja sektor pangan, terutama dalam bidang daging, produk hortikultura, dan tanaman pangan, sejalan dengan arahan Presiden Jokowi dan Presiden terpilih Pak Prabowo.

Baca Juga: Langkah Tepat Dirut PDAM Tomohon Adrian Ngeget Atasi Persoalan Air Bersih di Kota Tomohon

Kerjasama ini menjadi landasan penting untuk mencapai tujuan tersebut. Meskipun pada tahun 2023 nilai perdagangan komoditas pertanian antara Indonesia dan Uruguay hanya mencapai sekitar 8.87 juta USD.

Harvick berharap kerjasama ini dapat memberikan dorongan signifikan dalam meningkatkan nilai perdagangan komoditas pertanian seperti kelapa, kelapa sawit, kakao, pala, kayu manis, dan cengkeh, serta membangun kerjasama berkelanjutan di bidang peternakan.

“Dengan terjadinya trading diantara kedua negara, kita sepakat tadi untuk bertukar informasi bagaimana mengembangkan teknologi pertanian. Utamanya agar kedua belah negara bisa lebih berkembang lagi,” Kata Wamentan Harvick.

Baca Juga: Penganiayaan Terjadi di Pineleng, Polisi Selesaikan dengan Problem Solving

Uruguay, yang menduduki posisi ke-7 sebagai produsen daging utama di dunia, telah mengekspor 450 ribu ton daging sapi ke pasar internasional.

Negara ini dikenal karena sistem pengelolaan ternak yang modern dan berkelanjutan, termasuk kebijakan larangan penggunaan hormon dan antibiotik sejak tahun 1962 dan 2011.

Selain memperkuat perdagangan antara kedua negara, kerjasama ini juga bertujuan untuk bertukar informasi mengenai teknologi pertanian guna pengembangan sektor tersebut.

Baca Juga: KPU Tomohon Buka Pendaftaran Pantarlih, Simak Tanggal dan Syaratnya

Harvick menekankan pentingnya kolaborasi dalam teknologi pertanian untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan sektor pangan di kedua negara.

Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman, telah menyampaikan komitmen untuk mencapai swasembada protein hewani demi Indonesia Emas 2045.

Fokus tidak hanya pada swasembada daging, tetapi juga swasembada protein hewani, termasuk produksi susu dari ternak perah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X