Bambang Soesatyo Apresiasi Mentri Pertanian Amran Sulaiman

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Selasa, 2 April 2024 | 15:43 WIB

SulutZone.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), memberikan apresiasi yang mendalam terhadap langkah-langkah revolusioner Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam lima bulan terakhir.

Dalam pertemuannya dengan Mentan Amran di Kantor Pusat Kementan Jakarta, pada Senin, (01/04/2024), Bamsoet menegaskan bahwa keberanian dan kebijakan yang diambil oleh Mentan telah berhasil mengurai berbagai masalah yang selama ini menghambat produksi pangan di Indonesia.

Pertama-tama, Bamsoet menyoroti langkah-langkah antisipatif Mentan Amran dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk ancaman El Nino yang dapat mengganggu ketahanan pangan negara.

"Mengantisipasi potensi bencana merupakan langkah yang sangat penting. Tanpa persiapan yang matang, kita bisa dihadapkan pada defisit pangan yang berdampak serius pada keamanan pangan nasional," ujarnya.

Selain itu, Bamsoet juga mengapresiasi keberanian Mentan Amran dalam mengurangi ketergantungan pada impor hasil-hasil pertanian seperti beras, gula, dan jagung.

Dia percaya bahwa dengan semangat untuk memanfaatkan potensi dalam negeri, Indonesia akan mampu mencapai swasembada pangan yang selama ini menjadi cita-cita bersama.

Namun, Bamsoet tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga menyoroti kebutuhan petani akan pupuk sebagai unsur penting dalam meningkatkan produktivitas.

Dengan kebijakan pemerintah yang telah memenuhi kebutuhan pupuk petani hingga 100 persen, Bamsoet menyatakan bahwa ini adalah langkah yang tepat untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.

"Tadi saya sudah dapat penjelasan dari Pak Menteri bahwa pemerintah kali ini telah memenuhi kebutuhan pupuk petani. Menurut saya ini adalah satu kebijakan yang tepat karena pupuknya tersedia dan tidak tanggung-tanggung sampai 100 persen," katanya.

Meskipun demikian, Bamsoet mengingatkan bahwa kerja keras Mentan Amran harus didukung oleh berbagai pihak, termasuk Badan Urusan Logistik (Bulog) dan lembaga lain yang dapat memaksimalkan penyerapan hasil produksi pertanian.

Menurut Bamsoet, tata kelola perdagangan, terutama oleh Bulog, harus diperkuat agar hasil produksi pertanian dapat dibeli dengan harga yang layak, sehingga mampu mendorong kesejahteraan petani serta menguatkan perekonomian nasional secara keseluruhan.

Baca Juga: Bertambah 28 Triliun, Anggaran Pupuk Subsidi Menjadi 54 Triliun

"Tata kelola perdagangan seperti bulog juga harus didorong agar hasil produksi ini bisa dibeli dengan harga yang layak," jelasnya.

Dalam konteks ini, Bamsoet menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga terkait dalam menciptakan kebijakan yang berkelanjutan untuk sektor pertanian. Dia percaya bahwa dengan kolaborasi yang baik, Indonesia dapat mencapai kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat rural secara menyeluruh. (Steven)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Sumber: Kementrian pertanian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X