Info Kesehatan: Konsumsi Makanan Ini Sangat Baik Untuk Otak

photo author
Kamal Babay, Sulut Zone
- Minggu, 16 Oktober 2022 | 00:38 WIB
makanan yang baik untuk kesehatan otak (Freerange/PALMIHELP)
makanan yang baik untuk kesehatan otak (Freerange/PALMIHELP)

SULUTZONE - Info Kesehatan kali ini akan mengangkat tentang makanan yang baik untuk otak anda.

Kesehatan otak tentunya sangatlah perlu diperhatikan khususnya bagi anak diusia dini.

Untuk itu, Kesehatan otak dapat dipenuhi dengan dua jenis makanan berikut ini.

Baca Juga: Ustadz Subki Al Bughury Sebut Lesti Kejora Sempat Ingin Berpisah Dengan Rizky Billar

Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology mengungkapkan seeorang disarankan untuk mengonsumsi ikan berlemak dan makanan kaya omega-3.

Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu, 15 Oktober 2022, seorang ahli diet Anne Danahy menyebut sangat baik memasukkan omega-3 pada makanan Anda sejak dini dalam semua tahapan usia.

“Sebagian besar penelitian yang melihat asam lemak omega-3 dan kesehatan otak telah difokuskan pada bayi dan anak-anak atau orang dewasa yang lebih tua dengan demensia," terang Anne Danahy, dilangsir dari PMJ News.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Polri Ajak Semua Terlibat Dalam Ekshumasi

"jadi fakta bahwa penelitian ini menunjukkan bahwa lemak omega-3 bermanfaat bagi otak Anda sepanjang siklus hidup adalah signifikan," sambungnya.

Dalam penelitian ini, orang paruh baya yang darahnya mengandung lebih banyak omega-3 atau asam lemak tak jenuh ganda menunjukkan volume otak yang lebih besar dan kinerja yang lebih baik dalam tes penalaran dan logika.

"Terlebih lagi, hasilnya menunjukkan manfaat hanya dengan sedikit konsumsi omega-3. Anda tidak perlu makan ikan dalam jumlah besar atau mengonsumsi suplemen dosis tinggi untuk mendapatkan manfaatnya," kata Danahy.

Baca Juga: Menteri Desa PDTT Usulkan Jabatan Kades 9 Tahun, Simak Penjelasannya

Sementara masyarakat cenderung menyamakan penyakit yang menargetkan otak seperti Alzheimer dan demensia dengan usia tua. Padahal mencegah atau memperlambat sebenarnya dimulai sejak usia dini.

"Kami biasanya mengaitkan penurunan kognitif dengan orang dewasa yang lebih tua dan Alzheimer atau demensia, tetapi penurunan kognitif terjadi secara perlahan, dan Anda mungkin tidak sepenuhnya menyadari tanda-tandanya sampai terlambat," tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kamal Babay

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

BAGIAN 2: SANG PENGUASA BAYANGAN DI JANTUNG PARLEMEN

Kamis, 5 Februari 2026 | 10:59 WIB

Sejarah Lengkap Suporter Hooligan

Senin, 16 Desember 2024 | 12:41 WIB

Beberapa Tokoh Dunia yang Lahir pada Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:19 WIB

Peristiwa dan Kejadian Penting Tanggal 10 Desember

Selasa, 10 Desember 2024 | 12:10 WIB

Hari HAM Sedunia

Selasa, 10 Desember 2024 | 09:36 WIB

Kejutan di Pearl Harbor: Ketika Dunia Terhenyak

Minggu, 8 Desember 2024 | 18:55 WIB

Marsinah: Aktivis Buruh yang Menginspirasi

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:30 WIB

Kisah Menyegarkan Coca Cola

Kamis, 9 Mei 2024 | 04:14 WIB

Henry Dunant, Sang Pendiri Palang Merah.

Rabu, 8 Mei 2024 | 05:25 WIB
X