Namun dokter Ema Surya Pertiwi mengatakan bahwa dalam beberapa kasus nitrat dan nitrit ternyata berbahaya dan meningkatkan risiko kanker.
Ini dikarenakan nitrat dan nitrit merupakan dua senyawa yang berbeda. Pada dasarnya nitrat sendiri relative seimbang atau stabil.
Sehingga tidak berubah dan menyebabkan kerusakan. Adapun, menurut dr. Ema Surya Pertiwi sayuran paling banyak mengandung nitrat.
Baca Juga: Tentang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Jaksa Sebut Kompol Baiquni Wibowo Hapus Rekaman CCTV
Nitrat dan nitrit sendiri, paling banyak digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan seperti daging olahan, makanan kaleng, ham, sosis dan lain sebagainya.
Lebih lanjut, healthy vlogger ini juga menyampaikan bahwa nitrat dan nitrit tambahan ini berfungsi untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya.
“Jadi sebagai pengawet, menambah rasa asin, memperbaiki warna daging,” ungkap dr. Ema.
Akan tetapi, karena bakteri pada mulut manusia dan juga enzim di dalam tubuh dapat mengubah nitrat menjadi nitrit, dan ini mungkin bisa menjadi berbahaya.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Ini karena nitrit pada tubuh dapat diubah menjadi oksida nitrat dan nitrosamin.
Oksida Nitrat sendiri bermanfaat bagi tubuh, dimana pada beberapa sayuran oksida nitrat ini dapat membantu tubuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi, melebarkan pembuluh darah, dan meningkatkan fungsi kinerja tubuh
Namun faktanya menurut dokter Ema, 80 persen nitrat dari makanan yang diubah menjadi oksida nitrat pada tubuh itu berasal dari sayur mayur.
Baca Juga: Kejagung Harap Bharada E Ungkap Kasus Pembunuhan Brigadir J
Selain itu oksida nitrat juga berfungsi sebagai anti mikroba dalam sistem pencernaan, untuk membantu membunuh bakteri seperti salmonella.
Demikianlah ulasan tentang makanan penyebab kanker nomor 1 yang melalui penjelasan dr. Ema Surya Pertiwi. ***