Jeddah, sulutzone.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengakhiri kunjungan kenegaraan produktifnya ke Arab Saudi, menandai era baru kemitraan strategis antara kedua negara.
Dalam serangkaian pertemuan dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud (MBS), fokus utama pembahasan meliputi peningkatan fasilitas haji, komitmen investasi besar, serta penguatan koordinasi di berbagai sektor vital, termasuk dukungan kemanusiaan untuk Gaza.
Peningkatan Layanan Haji dan Rencana "Kampung Haji"
Salah satu agenda prioritas dalam kunjungan Prabowo adalah peningkatan kenyamanan dan fasilitas bagi jemaah haji Indonesia. Presiden dan Pangeran MBS membahas secara mendalam rencana pembangunan "Kampung Haji" di Arab Saudi, sebuah konsep perumahan haji yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan ibadah. Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Mochamad Irfan Yusuf, didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menko Pangan Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa akan dibentuk tim khusus gabungan Indonesia-Saudi untuk mengkaji kemungkinan kerja sama teknis dan aspek regulasi yang diperlukan.
"Insyaallah, Kampung Haji di era Pak Prabowo akan bisa terwujud. Mohon doanya," ujar Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Selain itu, optimalisasi penggunaan Bandara Taibah di Madinah juga menjadi poin pembahasan penting, yang akan direalisasikan setelah seluruh perumahan haji selesai dibangun. Kedua pemimpin juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang kesehatan, khususnya terkait persyaratan kesehatan haji, serta dukungan investasi dalam industri farmasi, vaksin, dan teknologi kesehatan.
Komitmen Investasi Strategis Senilai Rp437,8 Triliun
Dalam pertemuan yang berbuah manis ini, Prabowo dan Pangeran MBS menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman antara pelaku usaha kedua negara dengan nilai mencapai USD 27 miliar atau setara Rp437,8 triliun. Investasi strategis ini mencakup berbagai sektor, termasuk energi bersih, hilirisasi industri, dan ekonomi digital, dengan harapan dapat membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
"Kedua pihak menyambut penandatanganan berbagai perjanjian dan MoU oleh sektor swasta senilai sekitar USD 27 miliar yang mencerminkan aspirasi kemitraan ekonomi yang maju," demikian pernyataan resmi bersama kedua negara.
Arab Saudi tercatat sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral selama lima tahun terakhir mencapai sekitar USD 31,5 miliar atau Rp502,7 triliun. Kedua pemimpin sepakat untuk memperluas volume perdagangan dan meningkatkan kegiatan bisnis melalui Dewan Bisnis Saudi-Indonesia.
Pembentukan Dewan Koordinasi Tertinggi dan Kerja Sama Global
Guna memperkuat koordinasi kelembagaan dan meningkatkan efektivitas kerja sama lintas sektor, Indonesia dan Arab Saudi sepakat membentuk Supreme Coordination Council atau Dewan Koordinasi Tertinggi Saudi-Indonesia. Dewan ini akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dan Putra Mahkota MBS, serta menjadi platform utama untuk memantau pelaksanaan kemitraan strategis di masa depan.
"Kita baru bentuk Dewan Koordinasi Tertinggi, Supreme Coordination Council antara pihak Saudi dan Indonesia. Kita sepakat meningkatkan semua kerjasama di semua pihak. Jadi, saya sangat puas. Alhamdulillah produktif. Insya Allah kita akan melihat suatu peningkatan kerjasama antara kita dan Saudi Arabia,” kata Prabowo.
Dalam kerangka hubungan internasional, kedua negara juga menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara bagi Palestina serta penyelesaian damai konflik di kawasan, termasuk memperkuat dukungan kemanusiaan untuk Gaza. Keduanya juga sepakat memperkuat koordinasi di berbagai forum global, seperti G20, OKI, PBB, IMF, dan Bank Dunia.