Jakarta, Sulutzone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Talaud dan PT PLN (Persero) Nusa Daya memperkuat kolaborasi strategis untuk menyelesaikan persoalan kelistrikan di wilayah perbatasan utara Indonesia. Dalam pertemuan intensif di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026), Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, bersama Sekretaris Daerah Yohanis Kamagi, menerima paparan langsung dari Vice President Pengendalian Distribusi Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Eko Prihandana, mengenai roadmap percepatan pemulihan pasokan listrik.
Pertemuan ini menghasilkan komitmen nyata dari PLN untuk menghadirkan mesin pembangkit tambahan berkapasitas 2 Mega Watt (MW) yang dijadwalkan tiba dan beroperasi pada Agustus 2026. Langkah ini menjadi kunci utama dalam mengatasi defisit daya yang saat ini mencapai hingga 326 kW pada beban puncak malam.
Berdasarkan data teknis per awal Juni 2026, sistem kelistrikan Talaud masih mengalami tantangan dengan total daya mampu 6.297 kW, sementara kebutuhan beban puncak mencapai 6.623 kW. Dari delapan sistem isolated, tiga sistem utama (Beo, Lirung, Mangaran) masih berstatus defisit.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PLN Nusa Daya telah menyiapkan langkah-langkah teknis spesifik:
1. Sistem Karakelang (Beo): Menghadirkan mesin sewa pengganti berkapasitas 2 MW setelah masa sewa PLTD Beo KIP berakhir akhir Juni 2026. Target pemulihan penuh sistem ini adalah Agustus 2026.
2. Sistem Lirung: Mempercepat perbaikan mesin Volvo Penta (170 kW) bersama teknisi pabrikan, ditargetkan selesai Agustus 2026. Optimalisasi unit lain akan meningkatkan daya mampu Lirung hingga 1.640 kW.
3. Sistem Mangaran: Melakukan perbaikan mesin Volvo (+150 kW) dan memobilisasi generator tambahan 300 kW dari Melonguane, dengan penyesuaian kondisi cuaca laut.
Selain penambahan kapasitas pembangkit, PLN juga fokus pada pembenahan jaringan distribusi. Data menunjukkan bahwa 68% gangguan di Karakelang dan 80% di Lirung disebabkan oleh pohon yang menyentuh jaringan.
Bupati Welly Titah menegaskan bahwa pemerintah daerah memahami keluhan masyarakat, namun juga mengapresiasi kerja keras PLN yang menghadapi tantangan geografis ekstrem sebagai daerah kepulauan terluar.
“Hasil pertemuan ini menunjukkan bahwa PLN tidak tinggal diam. Mereka sedang berjuang keras. Yang paling penting adalah kepastian masuknya mesin tambahan pada Agustus 2026. Ini adalah harapan besar untuk mengakhiri defisit daya,” ujar Bupati Welly.
Ia menambahkan, Pemkab Talaud akan terus mengawal komitmen ini agar terealisasi tepat waktu. “Kami akan memastikan dukungan administratif dan sosial dari masyarakat agar program ini berjalan lancar. Listrik yang stabil adalah fondasi bagi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi Talaud,” tegasnya.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Nusa Daya bertanggung jawab atas penyediaan tenaga listrik yang andal di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, termasuk wilayah perbatasan seperti Kepulauan Talaud.