Kapolda Sulut Turun Langsung Usut Tragedi Drag Race Kotamobagu: Kasus Ditarik ke Polda, 5 Saksi Diperiksa!

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:50 WIB
Foto: Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie didampingi jajaran Forkopimda saat melayat ke rumah duka korban musibah Kejurda Open Tournament Tidar Drag Race 2026 di Kotamobagu, Senin (10/8/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Foto: Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie didampingi jajaran Forkopimda saat melayat ke rumah duka korban musibah Kejurda Open Tournament Tidar Drag Race 2026 di Kotamobagu, Senin (10/8/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

RINGKASAN BERITA

  • Tragedi Berdarah: Ajang Open Tournament Tidar Drag Race & Drag Bike di Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara merenggut 8 korban jiwa dan mencederai 9 orang lainnya.

  • Empati & Update Korban: Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie melayat ke rumah duka dan membesuk korban. Data terkini mencatat total 17 korban (8 meninggal, 8 luka berat/rawat inap, dan 1 luka ringan).

  • Penanganan Ditarik ke Polda: Penyelidikan kasus ditarik ke tingkatan Polda Sulut demi transparansi. Tim penyidik telah memeriksa 5 saksi, termasuk pengemudi mobil yang berpotensi kuat menjadi tersangka akibat unsur kelalaian.

  • Pertanggungjawaban Panitia: Ketua Panitia Luky Sugeha menyampaikan permohonan maaf mendalam dan siap bertanggung jawab penuh mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.


KOTAMOBAGU, Sulutzone.com — Penanganan insiden maut pada ajang Kejurda Open Tournament Tidar Drag Race & Drag Bike 2026 di sirkuit nonpermanen Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, kini memasuki babak baru. Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Harry Langie, memimpin langsung jajaran Kepolisian untuk mengusut tuntas musibah yang merenggut nyawa masyarakat tersebut.

Berdasarkan data pembaruan terkini, total korban dalam musibah tersebut berjumlah 17 orang. Rinciannya terdiri dari 8 korban meninggal dunia, 8 orang mengalami luka berat dan tengah mendapat perawatan intensif di rumah sakit, serta 1 korban luka ringan (rawat jalan).

Adapun sebagian identitas korban meninggal dunia yang berhasil dihimpun antara lain Harianti Mokoginta, Nilawati Mokodongan, Lisma Mokoginta, Ali Ponamon, Riana Longkun / Januni Pusung, Biyo Mokoagow, Rugaina Manangin, dan Ali Jojang.

Wujud Empati dan Penanganan Ditarik ke Polda Sulut

Sebagai bentuk empati dan perhatian mendalam dari Kepolisian Republik Indonesia, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, didampingi Karo Ops Polda Sulut, Dirlantas Polda Sulut, serta jajaran Forkopimda Kotamobagu, mendatangi langsung rumah duka dan membesuk para korban luka pada Senin (10/8/2026).

"Saya sebagai Kapolda Sulawesi Utara dan jajaran menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban yang sudah mendahului kita. Semoga arwah dapat diterima di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Untuk para korban luka, mari kita berdoa bersama agar diberikan kesembuhan," ucap Irjen Pol Roycke.

Guna memastikan penegakan hukum berjalan profesional, objektif, dan transparan, Kapolda menegaskan bahwa penanganan kasus kecelakaan ini ditarik penuh ke tingkatan Polda Sulawesi Utara.

"Penegakan hukum akan kami laksanakan secara terbuka dan akuntabel. Tim saat ini sedang melakukan proses penyelidikan yang mendalam. Sudah ada sekitar lima orang yang diperiksa, termasuk pengemudi mobil. Pengemudi tentu berpotensi kuat menjadi tersangka karena unsur kealpaan atau kelalaian," tegas Kapolda.

Ia menambahkan bahwa seluruh alur penyelenggaraan acara akan diperiksa secara mendetail untuk memastikannya sesuai prosedur. "Mengenai pihak penyelenggara atau panitia, semua pihak akan kita periksa alurnya, apakah prosedur dan mekanismenya diikuti atau tidak. Kita tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun jika ada perbuatan melawan hukum, pasti ditegakkan," lanjutnya.

Ketua Panitia Minta Maaf dan Siap Bertanggung Jawab

Di sisi lain, Ketua Panitia Penyelenggara, Luky Sugeha, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban atas insiden berdarah di Kelurahan Upai tersebut.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Luky saat bertemu dengan Ketua PWI Kotamobagu, Koni Balamba, di Mapolres Kotamobagu pada Selasa (11/8/2026). Luky menegaskan kesiapannya untuk kooperatif dan bertanggung jawab atas musibah ini.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas kejadian yang terjadi. Saya siap bertanggung jawab atas insiden ini dan menghormati proses yang sedang berjalan,” tutur Luky, sembari berharap peristiwa ini dapat menjadi evaluasi besar bagi dunia balap otomotif di masa mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X