Proyek Air Baku Makalisung Rp 11,9 Miliar di Tomohon Terkesan Asal Jadi dan Diduga Sarat Korupsi

photo author
REDAKSI, Sulut Zone
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 15:16 WIB
Proyek Air Baku Makalisung Tomohon terkesan asal jadi dan diduga sarar korupsi (Istimewa)
Proyek Air Baku Makalisung Tomohon terkesan asal jadi dan diduga sarar korupsi (Istimewa)

Tomohon, sulutzone.com – Proyek penyediaan air baku Makalisung di Kota Tomohon, yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp 11,9 miliar, kini menjadi sorotan tajam.

Proyek yang seharusnya memberikan solusi air bersih bagi masyarakat, justru menampilkan pemandangan yang kacau dan diduga terjadi praktik "korupsi berjamaah."

Pengerjaan proyek oleh CV Dua Putra di bawah pengawasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) I, Deysi Rares, jauh dari standar kelayakan.

Di lapangan, ratusan meter pipa air ditemukan berserakan di atas tanah, bahkan sebagian hanya tertanam dangkal.

Ini bertolak belakang dengan ketentuan teknis yang seharusnya, yaitu kedalaman 70-80 cm dengan lapisan pasir.

Pemandangan ini diperparah dengan beberapa pipa yang menggantung tanpa penyangga.

Kondisi ini membuat pipa rentan patah akibat beban air atau aktivitas petani yang membuka lahan.

Tiang penyangga beton pada pipa besi juga ditemukan roboh, menambah kesan proyek ini dikerjakan secara amatir.

Tak hanya itu, bangunan intake, yang merupakan jantung dari sistem penyediaan air, tampak menggantung tanpa pondasi yang memadai.

Kondisi ini menguatkan dugaan adanya persekongkolan antara pelaksana proyek dan PPK yang diduga sengaja menutup mata terhadap buruknya kualitas pekerjaan.

Saat dimintai keterangan, PPK Balai Sungai, Deysi Rares, berkilah bahwa proyek masih dalam "tahap pemeliharaan."

Ia mengakui adanya penyesuaian di lapangan yang menyebabkan beberapa pipa tidak sesuai jalur.

"Benar ada beberapa titik galian yang terlihat tidak pada jalur semestinya. Hal ini terjadi karena pada tahap awal pemasangan pipa terdapat penyesuaian lapangan," kata Rares.

Ia menambahkan bahwa pemindahan pipa dilakukan agar aliran air dapat berjalan dengan baik dan akan dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Mengenai kondisi pipa yang tidak tertanam dalam, Rares beralasan hal ini dipengaruhi oleh faktor alam seperti banyaknya pohon cengkeh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X