Shocking! Google Earth Tunjukkan Kerusakan Mengerikan di Pulau Gag Akibat Tambang Nikel

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Senin, 9 Juni 2025 | 17:09 WIB
Google Earth Pulau Gag (Ist)
Google Earth Pulau Gag (Ist)

SULUTZONE.COM - Pulau Gag, surga tersembunyi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, kini menjadi sorotan tajam. Bukan karena keindahannya yang memesona, melainkan karena kerusakan lingkungan yang signifikan akibat aktivitas pertambangan nikel.  

Bukti nyata terlihat jelas melalui citra satelit Google Earth yang menunjukkan perubahan drastis bentang alam pulau tersebut dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Hingga tahun 2016, Pulau Gag masih menampilkan keindahannya dengan tutupan hutan tropis lebat yang relatif stabil sejak tahun 1984. 

Namun, seiring berjalannya waktu, tepatnya sejak tahun 2017,  munculnya area terbuka berwarna cokelat mulai terlihat, kontras dengan hijaunya vegetasi khas Papua. 

Area ini diduga sebagai titik awal eksplorasi dan pertambangan nikel terbuka.

Perubahan semakin kentara pada tahun 2018. Area cokelat yang semakin besar mulai terbentuk di beberapa titik. 

Citra satelit tahun 2019 dan 2020 pun memperlihatkan perluasan area tambang secara bertahap, mengindikasikan peningkatan intensitas operasional pertambangan.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan. Citra satelit terbaru tahun 2025 menunjukkan perluasan signifikan area terbuka, menguatkan dugaan bahwa aktivitas pertambangan nikel masih berlangsung secara masif.

Perubahan drastis dari lahan hijau menjadi area tambang terbuka menimbulkan kekhawatiran akan dampak kerusakan lingkungan terhadap ekosistem lokal, kualitas air, dan keberlanjutan hayati di Raja Ampat, yang merupakan kawasan konservasi laut global.

Kunjungi www.sulutzone.com untuk informasi lebih lanjut!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X