Dari austerity ke sovereign spending,
Dari defisit ketat ke investasi masif,
Dari Barat ke Timur.
Dan kita akan menyaksikan:
Target pertumbuhan 8% bukan lagi slogan.
Kredit murah dari China mengalir deras untuk pangan, energi, dan industri.
Oligarki baru mungkin lahir—tapi kali ini bukan dari Harvard Club, melainkan dari sekolah kader Beijing dan pabrik baja Vladivostok.
Yang Pergi Bukan Musuh, Yang Datang Bukan Malaikat
Kita tidak sedang membenci Sri Mulyani. Kita hanya sedang membaca perubahan zaman. Siapa pun yang mengerti sejarah tahu: ada masanya ekonom seperti Soemitro Djojohadikusumo (ayah Prabowo) memikirkan hal serupa: kemandirian.
Kini sejarah berputar. Prabowo seperti ingin menuntaskan ide lama itu—bukan dengan teori semata, tapi dengan tindakan konkret.
Dan tindakan pertama itu: mencopot simbol rezim fiskal lama.
Sri Mulyani, pamit.
???? Epilog
Selamat datang di Indonesia versi 2025.
Tempat di mana geopolitik menentukan fiskal, dan pertemuan bilateral bisa mengganti Menteri Keuangan.***
H. Tb Raditya Indrajaya, S.E., adalah Pemerhati Ekonomi dan Kebijakan Publik.
Artikel Terkait
Negosiasi Dagang Indonesia AS, Airlangga Hartarto Beberkan Progres Pembahasan Tarif Resiprokal
Kemlu RI Intensif Koordinasi dengan Peru, Usut Tuntas Kematian Staf KBRI Zetro Leonardo
Menkeu Purbaya Ungkap Arahan Presiden Percepat Ekonomi Nasional, Salah Satunya Aturan Fiskal Bakal Longgar
RUU Perampasan Aset Dibahas DPR: Publik Diminta Aktif Kawal Isi, Bukan Cuma Tahu Judul
Erick Thohir Tepis Kritik Vanenburg, Janjikan Kesempatan Lebih untuk Pemain Timnas U-23 Indonesia
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menanggapi langsung kritik pelatih Timnas U-23, Gerald Vanenburg, terkait minimnya menit bermain yang diperoleh para pem
Memahami Kode Hammurabi, Hukum Pertama atau Tertua di Dunia
Kode Hammurabi dan Taurat: Perbandingan Sistem Hukum Kuno
Pengertian Ilmu Negara Menurut Para Ahli: Sebuah Kajian Komprehensif
Semangat Kemerdekaan, PLN Hadirkan Terang Untuk Pendidikan, Nyalakan Listrik Gratis Melalui Program Light Up The Dream di SDN Oboy Bolmong