Sosok "Tan Malaka" Bapak Republik yang Dilupakan Pada Era Orde Baru

photo author
Grandani Lontoh, Sulut Zone
- Jumat, 24 Januari 2025 | 13:45 WIB
Tan Malaka (Ist)
Tan Malaka (Ist)

sulutzoncom

Tan Malaka, sosok revolusioner yang sering disebut sebagai "Bapak Republik Indonesia", adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun, namanya sempat terlupakan dan dipinggirkan, terutama selama era Orde Baru.

Mengapa Tan Malaka begitu penting?

Ada beberapa alasan:

Bapak Republik ini memiliki visi merdeka jauh sebelum proklamasi kemerdekaan, Tan Malaka telah mencetuskan gagasan tentang Republik Indonesia. Pemikirannya sangat radikal dan jauh di depan zamannya.

Sepanjang hidupnya, Tan Malaka tak pernah berhenti berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Ia rela mengorbankan nyawa dan harta bendanya demi cita-cita luhur tersebut.

Selain itu, Tan Malaka adalah seorang penulis yang produktif. Banyak karya tulisnya yang membahas tentang politik, ekonomi, serta sosial yang masih relevan hingga saat ini.

Selama era Orde Baru, pemerintah melakukan upaya sistematis untuk menghapuskan pengaruh komunisme di Indonesia. Karena Tan Malaka sering dikaitkan dengan gerakan kiri, maka namanya pun ikut terpinggirkan. Selain itu, ada juga upaya untuk menonjolkan peran tokoh-tokoh tertentu dan mereduksi peran tokoh-tokoh yang dianggap sebagai ancaman.

Rezim Orde Baru yang berideologi anti-komunis melihat Tan Malaka sebagai sosok yang dekat dengan ideologi kiri. Padahal, pandangan politik Tan Malaka jauh lebih kompleks dan tidak bisa digeneralisasikan sebagai komunis semata.

Selain itu, Orde Baru berusaha menciptakan narasi tunggal tentang sejarah Indonesia, di mana hanya tokoh-tokoh tertentu yang dianggap layak menjadi panutan. Tokoh-tokoh yang dianggap menyimpang dari narasi ini, seperti Tan Malaka, sengaja dipinggirkan.

Untuk melanggengkan kekuasaannya, Orde Baru melakukan pelupaan politik terhadap masa lalu yang dianggap gelap. Masa lalu yang penuh pergolakan dan memuat ideologi ini dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas rezim.

Pada saat ini Tan Malaka menjadi sosok yang sangat inspiratif. Meskipun hidupnya penuh dengan suka-liku dan berakhir tragis, semangat juangnya tetap abadi. Kita sebagai generasi penerus harus terus mengenang dan menghormati jasa-jasanya.

"Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suaraku akan lebih keras dari pada dari atas bumi"

Tan Malaka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Grandani Lontoh

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketua Bemnus Tolak Pilkada Dipilih DPRD

Senin, 26 Januari 2026 | 11:58 WIB
X