Pada 6 November 1973, Pemerintah Indonesia memberikan penghargaan sebagai Pahlawan Nasional kepada Robert Wolter Mongisidi.
Selain itu, ia juga dianugerahi Bintang Mahaputera (Adipradana), penghargaan tertinggi negara Indonesia, pada 10 November 1973.
Ayahnya, Petrus, menerima penghargaan tersebut atas nama Robert.
Sebagai penghormatan kepada Mongisidi, Bandara Wolter Mongisidi (sekarang Bandar Udara Haluoleo) di Kendari, Sulawesi Tenggara dinamai sesuai namanya, begitu pula dengan kapal TNI Angkatan Laut, KRI Wolter Mongisidi, dan Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Robert Wolter Mongisidi di Manado.
Baca Juga: Elektabilitas Wenny Lumentut Melambung Tinggi di Kota Tomohon Kalahkan Petahan Caroll Senduk
Robert Wolter Mongisidi tetap dikenang sebagai pahlawan yang berjuang dengan gigih untuk kemerdekaan Indonesia, dan penghargaan yang diterimanya merupakan bukti pengakuan atas jasanya dalam perjuangan melawan penjajahan.
Semangat dan dedikasinya dalam memperjuangkan kemerdekaan tetap menjadi inspirasi bagi generasi Indonesia saat ini.
***
Artikel Terkait
Pesan Dosen HI-UBM Untuk Para Kartini.
Elektabilitas Wenny Lumentut Melambung Tinggi di Kota Tomohon Kalahkan Petahan Caroll Senduk
Sosok Ini Sungguh Fenomenal di Pedagang Pasar Tomohon
Jika Dipercayakan Oleh Rakyat, Helmy Halim Akan Naikan Insentif Ketua RT dan RW : Dapetnya Pertiga Bulan Kelamaan, Kita Jadikan Bulanan
Pembina IKAWATI ART/BPN Annisa Pohan Yudhoyono : Mari Membangun Kembali Semangat Optimalisasi Kaum Perempuan
Menteri ATR/BPN Menyerahkan 50 Sertifikat Tanah Hasil PTSL Kepada Masyarakat
Irjen Pol Ahmad Luthfi, Sosok Kapolda Jateng Dekat Dengan Masyarakat, Bersama Komunitas Jeep Mengadakan Baksos di Boyolali
Hendra Jacob Turut Prihatin dan Berduka Terkait Kematian Brigadir Rhidal Ali Tomi, Mohon Kasusnya Diselidiki Secara Profesional
Ini Kekayaan Cagub Dari KSSM, Carlo Tewu
Mantan Pangdam XIII/Merdeka, Letjen TNI AD Pur Alfred Denny Djoike Tuejeh, Mendaftar di Partai Nasdem