JAKARTA, SULUTZONE.COM – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ade Jona Prasetyo, melakukan langkah konkret dalam memperjuangkan kesejahteraan pengusaha muda di tanah air. Salah satu agenda utama yang kini digenjot adalah mendorong kenaikan plafon Kredit Usaha Mikro (KUR) dari Rp 500 juta menjadi Rp 2 miliar.
Langkah ini dimulai dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, di Ruang Rapat BAKN, Gedung Nusantara 3, Jakarta, Senin (22/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Jona didampingi oleh pengurus HIPMI lainnya, Anthony Leong, serta bersinergi dengan Kadin Indonesia dan Apmikimmdo.
KUR Rp 500 Juta Dinilai Tidak Relevan
Dalam paparannya di depan pimpinan rapat Herman Khaeron, Andreas Eddy Susetyo, dan M. Endipat Wijaya, Jona menegaskan bahwa plafon KUR saat ini sudah tidak relevan dengan kebutuhan UMKM untuk berkembang.
"Menurut kami, Rp 500 juta tidak relevan. Bagaimana mau naik kelas, kalau usahanya hanya dikasih KUR Rp 500 juta?" ujar Jona di hadapan pimpinan rapat.
Jona menjelaskan, HIPMI yang memiliki sekitar 30 ribu anggota yang tersebar di 38 Badan Pengurus Daerah (BPD) di seluruh Indonesia, mayoritas anggotanya merupakan pelaku UMKM. Meski setiap BPD diwajibkan membina minimal 100 UMKM, kendala pembiayaan masih menjadi penghambat utama.
Mendorong Pemerataan Ekonomi
Menurut Jona, usulan kenaikan plafon menjadi Rp 2 miliar ini selaras dengan semangat Presiden Prabowo Subianto yang terus mendorong pemerataan ekonomi. Ia berharap, kebijakan ini mampu membuat sektor menengah naik kelas, bukan justru membiarkan kesenjangan ekonomi semakin lebar.
"Jangan yang kaya makin kaya, tapi kita harus bisa membuat kelas menengah ini naik kelas," tegas Jona.
Data mencatat bahwa kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai lebih dari 60 persen, serta mampu menyerap lebih dari 90 persen total tenaga kerja nasional. Ironisnya, saat usaha UMKM telah menyentuh limit Rp 500 juta, banyak pelaku usaha terpaksa beralih ke kredit komersial dengan bunga yang lebih tinggi karena plafon KUR tidak mencukupi untuk ekspansi bisnis.
Catatan Kritis DPR RI
Menanggapi usulan tersebut, anggota BAKN DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, menyoroti bahwa setelah 17 tahun berjalan, kontribusi KUR terhadap ekonomi nasional dinilai belum maksimal. Ia memberikan lima catatan penting terkait realisasi KUR:
-
Validasi Data: Perlunya akurasi sasaran penerima KUR.
-
Transisi Usaha: Persentase pelaku usaha mikro yang naik kelas menjadi usaha kecil masih di bawah 5 persen.
-
Sektor Unbankable: Tantangan penyaluran bagi sektor yang belum tersentuh perbankan.
-
Pendampingan: Perlunya peran aktif Pemerintah Daerah (Pemda) dan asosiasi dalam pendampingan usaha.
-
Peran Penjaminan: Minimnya keterlibatan perusahaan penjaminan dalam memperkuat ekosistem pembiayaan.
Dengan adanya dorongan dari HIPMI ini, diharapkan pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan KUR agar lebih adaptif dan mampu menjadi akselerator bagi UMKM untuk naik kelas serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Artikel Terkait
Persma 1960 Takluk 0-3 dari Pesik Kuningan di 16 Besar Liga 4 Nasional
Wujud Nyata Pengayoman: AKBP Arie Sulistyo Nugroho Pimpin Langsung Anjangsana Polres Talaud ke Panti Asuhan Gloria Matahit
Sinergi TNI-Pemda untuk Kesejahteraan Rakyat: Bupati Welly Titah dan Danrem 131/Santiago Matangkan Rencana Karya Bakti Skala Besar di Talaud
TNI Bersama Masyarakat Desa Rainis Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026, Wujudkan Kemanunggalan dengan Rakyat
Babinsa Koramil 1312-08/Melonguane Hadiri Kegiatan Panen Padi Sawa Warga Di Dexa Ambela
Babinsa Jalin Komunikasi Sosial, Pererat kebersamaan dengan Warga Desa binaan
Babinsa Kakorotan Kopda Novriadi Jalim Keakraban Dengan Warga Mwlalui Komsos Menjelang Aktibitas Berkebun Di Pulauan Mangapung
Kolaborasi Strategis Pemkab Talaud-Unsrat: Membangun SDM Unggul Berbasis Riset dan Inovasi untuk Masa Depan Daerah
Gencar Beritakan Kasus Korupsi, Belasan Media Mitra Promedia Group Diserang DDoS Secara Masif
Di Depan Para Wakil Rakyat, Yulius Selvanus Paparakan Keberhasil Jaga Ketahanan Fiskal dan Pacu Pertumbuhan Ekonomi Sulut