JAKARTA, SULUTZONE.COM — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memberikan catatan serius terhadap pengelolaan dana publik di sektor energi yang melibatkan PT Pertamina (Persero).
Dalam laporan terbaru, nilai subsidi dan kompensasi energi sepanjang tahun 2024 menembus angka fantastis, yakni Rp399,38 triliun.
Berdasarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2025, total dana tersebut terdiri dari subsidi energi sebesar Rp183,10 triliun dan dana kompensasi sebesar Rp216,28 triliun. Angka ini muncul setelah BPK melakukan audit dan koreksi terhadap perhitungan awal.
LPG 3 Kg Jadi Beban Subsidi Terbesar
Dalam rincian laporan yang dikutip pada Rabu (17/12/2025), subsidi LPG tabung 3 kilogram menjadi komponen paling dominan dengan nilai mencapai Rp84,04 triliun. Sementara itu, subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT) tercatat sebesar Rp22,01 triliun, yang dialokasikan untuk Solar (Rp17,45 triliun) dan minyak tanah (Rp4,39 triliun).
Di sektor kompensasi, pemerintah harus merogoh kocek sebesar Rp68,62 triliun untuk kompensasi BBM Solar dan Rp46,80 triliun untuk Pertalite (JBKP) yang dikelola oleh Pertamina.
14 Temuan dan Penghematan Negara
Tak hanya soal besaran angka, BPK juga mengungkap hasil pemeriksaan kepatuhan khusus pada PT Pertamina dan PT Pertamina Patra Niaga. Hasilnya, ditemukan 14 temuan terkait sistem pengendalian intern dan kepatuhan dengan nilai mencapai Rp356,64 miliar.
Namun, audit BPK ini juga memberikan dampak positif bagi kas negara. Melalui koreksi perhitungan yang dilakukan, BPK berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp8,19 triliun.
"Angka ini merupakan instrumen peringatan dini (early warning) agar pengelolaan subsidi semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan," tulis laporan BPK RI.
Menunggu Respons Pertamina
Besarnya anggaran yang dikelola menuntut Pertamina untuk memperkuat tata kelola dan kepatuhan terhadap regulasi. Pasalnya, ketidaktepatan sasaran atau kesalahan administrasi dalam penyaluran subsidi langsung berdampak pada stabilitas fiskal negara dan daya beli masyarakat luas.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Humas PT Pertamina (Persero) terkait 14 temuan audit dan langkah perbaikan yang akan diambil perusahaan ke depannya.
Artikel Terkait
Hadiri SMST ke-38 GMIM di Tomohon, Yulius Selvanus Ungkap Pengalaman Ini
Kepemimpinan Yulius Selvanus Bawa Sulut Cetak Kinerja Anggaran dan Ekonomi Gemilang Tahun 2025, Ini Faktanya
Gubernus Sulut Yulius Selvanus Resmikan Listrik 24 Jam di Empat Pulau Emas Sulawesi Utara
Babinsa dan Warga Desa Dampulis Talaud Gelar Kerja Bakti Jelang Nataru
Kawal Penyaluran BLT di Desa Pantuge, Babinsa Pastikan Bantuan Tepat Sasaran dan Transparan
Anugerah Data dan Teknologi Pendidikan Tahun 2025 : Gubernur Yulius Selvanus Perkuat Transformasi Pendidikan Berbasis Data
Sambil Safari Natal Gubernur Yulius Selvanus Serahkan Bantuan di Minsel: Ungkap Rencana Tol Manado-Amurang Selesai 2032
Mantapkan Kemampuan Bela Diri, Prajurit Kodim 1312/Talaud Gelar Latihan Intensif Jelang Ujian Sabuk Kuning
PLN Hadirkan Terang 24 Jam di Empat Pulau Sulawesi Utara, Dorong Ekonomi Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat Kepulauan
Jelang Nataru 2025, PLN UID Suluttenggo Gelar Apel Siaga Jaga Keandalan Pasokan Listrik