PLN Hadirkan Terang 24 Jam di Empat Pulau Sulawesi Utara, Dorong Ekonomi Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat Kepulauan

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Kamis, 18 Desember 2025 | 05:53 WIB
_Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir. Ahmad Riza Patria, MBA saat memberikan arahan dalam acara peresmian layanan kelistrikan di 4 Pulau yang ada di Sulawesi Utara (Dok. PLN)
_Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir. Ahmad Riza Patria, MBA saat memberikan arahan dalam acara peresmian layanan kelistrikan di 4 Pulau yang ada di Sulawesi Utara (Dok. PLN)

Manado, SULUTZONECOM– PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) resmi meningkatkan jam operasional layanan listrik dari 6 jam dan 12 jam menjadi 24 jam penuh di empat pulau strategis di Provinsi Sulawesi Utara. Keempat wilayah tersebut adalah Pulau Buhias (Kepulauan Sitaro), Pulau Kakorotan (Kepulauan Talaud), Pulau Mantehage, dan Pulau Nain (Minahasa Utara).

Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mewujudkan keadilan energi hingga ke beranda terdepan NKRI, sekaligus mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal.

Sebelumnya, warga di keempat pulau tersebut hanya dapat menikmati listrik pada malam hari. Dengan beroperasinya listrik 24 jam, potensi ekonomi local terutama di sektor perikanan dan pariwisata diprediksi akan meningkat pesat karena masyarakat kini dapat menggunakan mesin pendingin hasil laut (cold storage) dan fasilitas pendukung lainnya tanpa hambatan waktu.

_General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun memberikan paparan dan laporan kesiapan penyalaan listrik dengan layanan penuh yaitu 24 jam nyala di Pulau Buhias, Kakorotan, Mantehage dan Nain._
_General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun memberikan paparan dan laporan kesiapan penyalaan listrik dengan layanan penuh yaitu 24 jam nyala di Pulau Buhias, Kakorotan, Mantehage dan Nain._ (Dok. PLN)

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, dalam laporannya menyampaikan bahwa PLN telah melaksanakan sejumlah langkah konkrit dalam meningkatkan layanan kelistrikan 24 jam di Pulau Buhias, Kakorotan, Mantehage, dan Nain.

“Kami telah melakukan relokasi mesin untuk penambahan kapasitas pembangkit, guna memastikan kecukupan daya di empat pulau tersebut. Saat ini, masing-masing sistem kelistrikan berada dalam kondisi surplus daya sehingga mampu mendukung operasional listrik 24 jam secara berkelanjutan,” ungkap Usman, 17 Desember 2025.

“Lebih lanjut kami juga merevitalisasi pembangkit untuk menambah daya mampu pembangkit, revitalisasi panel sinkron, sebagai upaya penguatan keandalan sistem dan menjaga stabilitas operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat berjalan aman dan andal, revitalisasi sistem bahan bakar minyak (BBM) dan pembenahan gedung sentral pembangkit, serta melakukan penambahan tenaga operator Ppembangkit dan tenaga pelayanan teknik,” tambah Usman.

Dengan beroperasinya listrik 24 jam di Pulau Buhias, Kakorotan, Mantehage, dan Nain, maka sepanjang tahun 2025 ini PLN UID Suluttenggo telah berhasil meningkatkan jam nyala listrik menjadi 24 jam di total tujuh pulau di Sulawesi Utara.

_Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri saat memberikan sambutan terkait dukungan penuh PLN terhadap kemajuan Sulawesi Utara dengan peningkatan jam nyala di bebrapa daerah kepulauan._
_Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri saat memberikan sambutan terkait dukungan penuh PLN terhadap kemajuan Sulawesi Utara dengan peningkatan jam nyala di bebrapa daerah kepulauan._ (Dok. PLN)

Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri menegaskan bahwa listrik yang diresmikan ini adalah pelaksanaan nyata arahan Presiden Prabowo Subianto, bahwa Program Listrik Desa harus hadir dan tuntas, dan bahwa dalam empat tahun negara tidak boleh meninggalkan desa dan pulau terluar.

“Kita tidak hanya menyalakan listrik, tetapi menepati janji negara kepada rakyatnya. Penyalaan listrik 24 jam ini adalah wujud nyata Sila Kelima Pancasila yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, karena keadilan sosial berarti ; anak-anak di pulau dapat belajar tanpa dibatasi waktu, nelayan tidak lagi harus menghabiskan hasil tangkapan dalam satu hari karena kini ikan dapat disimpan di cold storage atau lemari pendingin, dan usaha kecil serta Wisata dapat tumbuh di kampung sendiri,” ungkap Arsyadany.

_Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE saat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan PLN yang telah mewujudkan mimpi masyarakat di 4 Pulau yang ada di Sulawesi Utara._
_Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE saat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan PLN yang telah mewujudkan mimpi masyarakat di 4 Pulau yang ada di Sulawesi Utara._ (Dok. PLN)

Gubernur Sulawesi Utara, Mayor Jenderal TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E, menyambut baik pencapaian ini sebagai kado natal bagi masyarakat kepulauan di Sulawesi Utara.

"Listrik bukan hanya sekedar Cahaya, tetapi pintu menuju masa depan yang lebih adil. Kehadiran listrik 24 jam diharapkan membawa dampak besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, dan perekonomian,” ungkap Gubernur Yulius.

“Dengan listrik yang andal, aktivitas belajar anak-anak semakin optimal, layanan Kesehatan lebih terjamin, dan roda ekonomi masyarakat dapat bergerak lebih maju untuk menuju Sulawesi Utara yang terang, mandiri dan Sejahtera,” tambah Gubernur Yulius.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X