“Kuota ini sudah diberikan secara normal, namun ada kondisi di mana 110 persen yang diberikan itu habis sebelum 31 Desember,” ucap Bahlil dalam kesempatan yang sama.
“Atas dasar itu, pemerintah membuat keputusan untuk tetap dilayani, tetapi akan diberikan lewat kolaborasi dengan Pertamina,” imbuhnya.
Ketum Partai Golkar tersebut juga menegaskan memang mau tak mau, untuk menambah impor harus melakukan kolaborasi dengan Pertamina untuk memenuhi permintaan pelanggan pada BBM.
“Mereka (swasta) setuju dan memang harus setuju untuk kolaborasi dengan Pertamina,” tegasnya saat itu sambil memberikan beberapa syarat kesepakatan tersebut.
***
Artikel Terkait
PLN Ajak Akademisi Unsrat Sukseskan Transisi Energi: Paparkan RUPTL "Paling Hijau"
Transisi Energi Tak Bisa Ditawar, PLN Hadapi Trilema Energi & Miss Match Lokasi EBT
PLN Suntik Daya 1,7 Juta VA ke Industri Tambang Luwuk, Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Banggai
Beralih dari Genset, CV Mutiara Perdana Abadi Nikmati Efisiensi Biaya Berkat Daya Besar PLN
Tri Perkuat Jaringan Kuat di Manado, Pastikan Masyarakat Sulawesi Utara Hingga ke Pelosok Nikmati Pengalaman Digital Terbaik
Menghidupkan Kembali Kisah Toar & Lumimuut, ARYADUTA Manado Gelar Asta Karya 2025
Pelatihan Basic Life Support di ARYADUTA Manado: Kolaborasi dengan Siloam Hospitals untuk Keselamatan Nyata
Sekda Talaud, Dr.Yohanis B.K. Kamagi, Ajak Jaga Keutuhan NKRI ; Ketua DPRD, Drs. Engelbertus Tatibi Pimpin Ikrar Kesetiaan Pancasila.
BGN dan BPOM Beberkan Hasil Investigasi Penyebab Keracunan MBG, SPPG Tak Patuh SOP Diklaim Jadi Biangg Keladi
Dilema Rokok untuk Ekonomi dan Kesehatan, Menkeu Purbaya Pilih Beri Tantangan Balik Begini