Manado – Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, mengungkap tantangan dan strategi ambisius PLN dalam upaya transisi energi di Indonesia.
Hal ini disampaikan dalam Kuliah Umum di Universitas Samratulangi (Unsrat) Manado pada 26 September 2025, yang dihadiri antusias oleh lebih dari 200 mahasiswa dan dosen.
Dalam presentasinya, Rizal menekankan bahwa transisi energi adalah langkah yang tidak bisa ditawar lagi. Menurutnya, dengan potensi EBT yang melimpah, Indonesia memegang peran sentral dalam mengatasi krisis iklim. Hal ini diwujudkan dalam RUPTL 2025–2034, yang ia sebut sebagai RUPTL "paling hijau sepanjang sejarah."
Baca Juga: PLN Ajak Akademisi Unsrat Sukseskan Transisi Energi: Paparkan RUPTL Paling Hijau
RUPTL terbaru ini menunjukkan komitmen besar terhadap EBT, dengan rencana penambahan kapasitas pembangkit mencapai 69,5 GW, di mana 53 GW (76%) akan berasal dari EBT. Sumber EBT ini didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (17 GW), PLTA (12 GW), PLTB (7 GW), dan Panas Bumi (5 GW).
Namun, Rizal tidak menampik adanya hambatan krusial dalam menjalankan RUPTL menuju target Net Zero Emission 2060. Tantangan utama adalah "trilema energi": bagaimana mencapai keseimbangan antara keandalan pasokan, keterjangkauan tarif, dan keberlanjutan lingkungan. "Ketiga aspek ini harus berjalan seiring, tidak boleh hanya fokus pada salah satunya," tegas Rizal.
Tantangan teknis lain yang diungkap adalah adanya ketidaksesuaian lokasi (miss match) antara sumber EBT potensial—seperti panas bumi, surya, atau air yang umumnya berada di rural area—dengan pusat-pusat permintaan energi (demand) yang berada di kawasan perkotaan.
Baca Juga: Cara Unik PLN Rayakan Hari Kesaktian Pancasila, 5 Mahasiswa Fatek Unsrat Terima Beasiswa
Menanggapi paparan ini, Dr. Ir. Judy Waani, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama Fakultas Teknik Unsrat, menyampaikan apresiasi atas ilmu yang dibagikan langsung dari para profesional. "Kesempatan ini sangat berharga bagi kami... dan juga untuk dosen yang biasanya kuliah hanya di dalam ruangan saat ini kami juga mendapatkan informasi dan ilmu langsung dari orang-orang profesional," ujarnya.
Usman Bangun, General Manager PLN UID Suluttenggo, menambahkan bahwa kuliah umum ini adalah bagian dari komitmen PLN untuk melibatkan dunia akademik. Tujuannya adalah agar mahasiswa mendapatkan informasi transisi energi langsung dari sumbernya dan siap menjadi agen perubahan di masyarakat.
Artikel Terkait
Cara PLN Rayakan HUT ke-61 Sulut : 61 Keluarga Prasejahtera Dapat Sambungan Listrik Gratis
Sokong Ketahanan Pangan, PLN UID Suluttenggo Hadirkan Pertanian Modern Lewat 'Electrifying Agriculture' di Minsel
"Energi Positif! Wabup Talaud, Anisya Gretsya Bambungan Semarakkan PLN Mobile Charity Color Run 2025"
Sinergi PLN-TNI AL: Kapal Perang Koarmada II Kini 'Nyetrum', Hemat Anggaran Negara Hingga 56%
Inovasi SuperSUN PLN Terangi Empat Sekolah Dasar di Gorontalo, Bawa Semangat Baru Pendidikan
Momen Krusial: PLN Nyalakan Listrik 'Tanpa Kedip' di Perayaan HUT ke-61 Sulawesi Utara
Waktunya Buktikan DIri Anda, Ajang PLN Journalist Awards 2025 Dibuka!
PLN Sinergi Bersama Pemda Gorontalo Perkuat Investasi Daerah
Cara Unik PLN Rayakan Hari Kesaktian Pancasila, 5 Mahasiswa Fatek Unsrat Terima Beasiswa
PLN Ajak Akademisi Unsrat Sukseskan Transisi Energi: Paparkan RUPTL "Paling Hijau"