sulut

Perkuat Hunian Layak di Manado, Menteri PKP Tinjau Pembangunan Rusunawa di Paniki

Selasa, 14 April 2026 | 08:08 WIB
Menteri PKP, Maruarar Sirait, Tinjau Pembangunan Rusunawa di Paniki Manado (Dok. Istimewa)

MANADO – Pemerintah pusat terus memacu penyediaan infrastruktur hunian di Sulawesi Utara. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau progres pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang berlokasi di Kelurahan Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Jumat (10/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Maruarar didampingi oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw, Wakil Wali Kota Richard Sualang, serta Wakil Gubernur Sulawesi Utara Vicktor Mailangkay. Kehadiran jajaran pejabat ini menegaskan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menata kawasan perkotaan.

Fasilitas Modern dan Ramah Disabilitas

Proyek yang dikerjakan melalui Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Berdasarkan data teknis, Rusunawa ini akan memiliki spesifikasi sebagai berikut:

  • Struktur Bangunan: Terdiri dari 3 lantai dengan total 44 unit hunian.

  • Tipe Unit: Tipe 36, yang mencakup ruang tamu, kamar tidur, dan dapur.

  • Inklusivitas: Dilengkapi dengan fasilitas khusus ramah disabilitas dan ruang serbaguna untuk kegiatan sosial warga.

  • Aksesibilitas: Terintegrasi dengan fasilitas publik yang sudah ada, seperti sekolah, pusat kesehatan, dan rumah ibadah di wilayah Paniki Dua.

Pembangunan hunian vertikal ini ditargetkan rampung sepenuhnya dan siap huni pada awal tahun 2027.

Komitmen Bedah Rumah: Dari 700 ke 8.000 Unit

Selain fokus pada Rusunawa, Menteri Maruarar Sirait membawa kabar gembira bagi warga Sulawesi Utara terkait program peningkatan kualitas hunian. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan meningkatkan secara signifikan kuota perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Bumi Nyiur Melambai.

"Sesuai arahan Presiden, kita tidak hanya membangun gedung baru, tapi juga memperbaiki yang sudah ada. Target perbaikan rumah tidak layak huni di Sulut kami tingkatkan drastis, dari sekitar 700 unit menjadi 8.000 unit," tegas Maruarar.

Dampak Ekonomi Lokal

Wali Kota Manado, Andrei Angouw, menyambut baik langkah taktis Kementerian PKP. Menurutnya, proyek ini bukan sekadar membangun fisik bangunan, melainkan juga instrumen penggerak ekonomi.

"Pembangunan ini membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar dan menghidupkan sektor usaha material di daerah. Kami sangat mengapresiasi dukungan pusat dalam memastikan warga Manado memiliki akses terhadap rumah yang layak dan sehat," ujar Andrei.

Langkah ini diharapkan dapat menekan angka backlog perumahan di Kota Manado sekaligus menciptakan kawasan pemukiman yang lebih tertata, sehat, dan produktif bagi masyarakat.

Tags

Terkini