MANADO, SULUTZONE — Menanggapi polemik ketidakhadiran Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam kegiatan selebrasi Paskah Pemuda GMIM, Ketua ARMAK Sulut, Calvin Castro, angkat bicara.
Castro menegaskan bahwa ketidakhadiran gubernur bukan karena mengabaikan undangan, melainkan karena yang bersangkutan tidak menerima undangan resmi dari panitia.
“Kegiatan selebrasi Paskah Pemuda sekaligus HUT ke-100 Pemuda GMIM itu, Pak Gubernur tidak menerima undangan resmi. Artinya, beliau memang tidak diundang,” tegas Castro.
Baca Juga: Apakah KPSG Saat Ini Anti Pemerintah? Benarkah Rio Dondokambey Belum Pernah Bertemu Gubernur Sulut?
Hasil Kroscek Lapangan
Ia mengaku telah melakukan kroscek langsung terkait hal tersebut. Menurutnya, informasi itu juga diperkuat oleh pernyataan Kristo Ivan Lumentut yang menyebut hal serupa.
Castro pun menyoroti kecenderungan publik yang dinilainya terlalu cepat menyalahkan gubernur dalam berbagai situasi, termasuk yang bukan menjadi kewenangan atau tugas pokoknya.
“Sedikit-sedikit gubernur dipersalahkan, padahal kadangkala kritik itu salah alamat atau bukan tupoksi gubernur. Jangan-jangan narasi yang dibangun selama ini memang sengaja untuk menjatuhkan gubernur dan sudah disusupi oknum tertentu,” ujarnya.
Fokus Kerja untuk Masyarakat
Ia menambahkan, jika melihat kinerja selama ini, gubernur dinilai sedang bekerja secara total untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.
“Kalau mau objektif, gubernur sementara ini fokus kerja, kerja, dan kerja demi masyarakat Sulut,” lanjutnya.
Himbauan kepada Masyarakat
Castro pun mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap memberikan dukungan terhadap jalannya pemerintahan.
“Sebagai warga yang baik, seharusnya kita mendukung kinerja gubernur dan tidak mau dikotak-kotakkan oleh oknum-oknum yang tidak mendidik,” pungkasnya.