MANADO, Sulutzone.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sulawesi Utara secara resmi mengeluarkan kecaman keras terkait insiden pelarangan berdoa yang menimpa pengunjung Kristen di objek wisata Nice Playland Sawangan, Tombulu, Minahasa.
Insiden tersebut menjadi viral di media sosial setelah sebuah rekaman video menunjukkan oknum karyawan diduga melarang sekelompok pengunjung yang hendak melakukan doa singkat sebelum memulai aktivitas di lokasi tersebut.
Pelanggaran Konstitusi dan Harmonisasi
Dalam keterangan resminya tertanggal 7 April 2026, GAMKI Sulut menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar masalah operasional tempat wisata, melainkan pelanggaran serius terhadap hak konstitusional.
> "Kasus ini bukan hanya sekadar pelanggaran hak konstitusional warga negara untuk beribadah dan berdoa sebagaimana dijamin UUD 1945, tapi juga ancaman serius bagi kerukunan beragama di Sulawesi Utara yang selama ini dikenal toleran," tulis pernyataan tersebut.
>
Lima Tuntutan GAMKI Sulut
Merespons situasi yang memicu amarah publik ini, DPD GAMKI Sulut mengeluarkan lima poin tuntutan kepada pihak pengelola dan instansi terkait:
* Permintaan Maaf Terbuka: Mendesak pengelola Nice Playland Sawangan segera meminta maaf secara terbuka kepada pihak GMAHK Pioneer Tondano dan seluruh umat Kristen.
* Komitmen Anti-Intoleransi: Mendesak pengelola membuat komitmen tertulis untuk mencegah tindakan intoleransi dan memastikan lokasi wisata ramah terhadap semua agama.
* Sanksi Internal: Meminta manajemen menindak tegas pegawai yang terlibat serta melakukan evaluasi internal secara menyeluruh.
* Mediasi: Mendesak Forkopimda Minahasa untuk segera memfasilitasi mediasi antar pihak.
* Investigasi Hukum: Meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi mendalam guna memastikan tidak ada unsur diskriminasi yang melanggar hukum.
Menutup pernyataan tersebut, GAMKI Sulut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Organisasi pemuda Kristen ini menekankan pentingnya menjaga kerukunan melalui dialog damai demi memupuk toleransi bagi generasi mendatang.
"Cinta Tuhan, Cinta Nusa Bangsa, Ora et Labora," tutup pernyataan resmi tersebut.