sulut

KRITIKUS : Penulisan Sejarah yang Memutarbalikkan Fakta dalam Buku "Tomohon Menuju Kota"

Minggu, 1 Maret 2026 | 18:29 WIB
Ilustrasi

​Dalam kacamata psikologi, perilaku ini dapat dijelaskan melalui konsep sensation seeking (pencarian sensasi) yang dikembangkan oleh Marvin Zuckerman. Individu dengan karakteristik ini cenderung mencari stimulasi melalui pengalaman baru yang menantang, namun sering kali menyamarkan motivasi tersebut dengan ambisi pribadi atau status sosial.

​Penulis nampaknya terjebak dalam confirmation bias, di mana ia hanya memilih fakta yang mendukung narasi sensasional yang dibangunnya. Ini mirip dengan pola pikir pseudosains, di mana keyakinan palsu dikonstruksi di atas fondasi sensasi demi melegitimasi kepentingan pribadi atau pengaruh sosial.

Dampak Sosial dan Konsekuensi Hukum

​Penulisan sejarah yang tidak akurat memiliki risiko serius:

​Secara Akademik & Sosial: Merusak kredibilitas penulis, membingungkan generasi muda, dan berpotensi memicu konflik antar kelompok masyarakat.

​Secara Hukum: Tindakan ini dapat bersinggungan dengan UU ITE (terkait penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian atau hoaks) serta UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana (terkait penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik).

Penutup

​Kami mendesak Judie J. Turambi untuk segera memberikan tanggapan resmi dan penjelasan yang jernih terkait kritik ini. Kami berharap penulis bersedia memperbaiki isi buku tersebut agar sejarah pembentukan Kota Tomohon dapat disajikan secara jujur, objektif, dan tanpa kepentingan pribadi.

​Sejarah adalah warisan bagi generasi mendatang; ia harus dicatat dengan menghargai setiap tetes keringat semua pihak yang benar-benar berjuang.

***/Tim

Halaman:

Tags

Terkini