Hal ini menjadi pesan simbolis yang kuat.
"Ini saya sampaikan sambil makan mie ayam seharga Rp15 ribu. Ini bukan soal harganya, tapi soal kesadaran bahwa hidup ini harus dijalani dengan sederhana. Paling tidak, kita tidak perlu memamerkan kemewahan yang bisa membuat orang lain merasa kecil," tutupnya.
Pernyataan Tumbelaka ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat dan elit politik di Sulawesi Utara dan Indonesia secara keseluruhan untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat, agar stabilitas sosial dan kepercayaan publik tetap terjaga.