MANADO – Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengambil langkah strategis dalam mengawal kedaulatan pangan dengan menyelenggarakan seminar bertajuk “Generasi Muda Sulawesi Utara sebagai Penggerak Ketahanan Pangan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal”, Senin (20/4/2026).
Bekerja sama dengan Pemuda Inspirasi Nusantara (PIN), kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara akademisi, praktisi, tokoh adat, hingga aktivis pemuda untuk merumuskan masa depan pangan di Sulawesi Utara.
Mapalus sebagai Benteng Pangan
Tokoh adat Minahasa, Belarmino Lapong, yang hadir sebagai narasumber, menekankan bahwa fondasi ketahanan pangan di Bumi Nyiur Melambai sebenarnya telah lama berakar pada nilai budaya Mapalus. Semangat gotong royong ini dinilai selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin kedua, yaitu Zero Hunger.
"Ketahanan pangan adalah nyawa, dan tanah adalah ibu. Nilai Mapalus memastikan solidaritas pangan masyarakat terjaga jauh sebelum standar internasional dicanangkan," tegas Belarmino.
Modernisasi dan Inovasi Teknologi
Senada dengan hal tersebut, Dekan Faperta Unsrat, Prof. Ir. Dedie Tooy, M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa ketahanan pangan modern harus mencakup aspek kualitas, keamanan, dan keterjangkauan sesuai amanat UU No. 7 Tahun 1996. Ia mendorong pentingnya swasembada yang didukung oleh penguatan ekonomi kreatif dan pemanfaatan teknologi.
Di sisi lain, praktisi pertanian Dr. Ir. Lyndon Pangemanan, M.E., mengajak generasi muda untuk mengubah stigma terhadap profesi petani. Menurutnya, pemuda harus bertransformasi menjadi agripreneur.
"Pertanian bukan lagi soal lumpur dan kerja berat, melainkan agribisnis modern. Pemuda bisa memulai dari hal kecil seperti hidroponik atau menjadi edukator pertanian digital," kata Lyndon.
Reformasi Distribusi Pupuk
Terkait teknis di lapangan, Ketua DPW Forum Alumni BEM Sulawesi Utara, Combyan Lombongbitung, S.IP., menyoroti pentingnya tata kelola input pertanian, terutama pupuk. Ia mengapresiasi implementasi Perpres Nomor 6 Tahun 2025 yang membuat distribusi pupuk subsidi kini lebih efisien melalui aplikasi iPubers.
"Di Sulawesi Utara, PT Pupuk Indonesia telah menyalurkan sekitar 74 ribu ton pupuk subsidi sepanjang 2026. Hingga April ini, realisasinya sudah mencapai 13 persen," jelas Combyan. Ia juga meminta pemuda aktif mengawasi distribusi agar tidak ada oknum yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Seminar ini diharapkan tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi melahirkan inisiatif konkret seperti program pertanian berbasis kampus dan peningkatan literasi pertanian bagi generasi milenial dan Gen Z di Sulawesi Utara.
(Kurnia Surentu)
Artikel Terkait
The Miracle of Fitsol Exclusive Dinner Hadir di Manado, Hadirkan Trainer Internasional
Vano Sumalah Resmi Perkuat Persma Manado Jelang Liga 4 Nasional
Jein Barantian Resmi Jabat Kadis Pariwisata Minahasa Utara
Sebanyak 2.708 Peserta Padati Pembukaan AKSI 2026 di Kepulauan Talaud
Respons Kenaikan Avtur Manado, Gubernur Sulut Setujui Kenaikan Subsidi Biaya Lokal Jemaah Haji
Gubernur Yulius Cek Kendaraan Dinas di Lingkup Pemprov Sulut, Pesan Penting Disampaikan
Abdul Mu'thi Bawa Hadia Prabowo, Gubernur Yulius Selvanus Pastikan Pendidikan di Sulut Melompat Maju
Demi Perkuat Ekonomi Kreatif, Yulius Selvanus Resmikan Galeri Dekranasda Sulut
Edoardo Motta Jadi Pahlawan, Gagalkan 4 Penalti Beruntun dan Bawa Lazio ke Final Coppa Italia
Lazio Tentukan Nasib Roma di Eropa, Skenario Coppa Italia Bikin Cemas