Gubernur YSK Ingatkan ASN: Kita "Diplototin" Wartawan!

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 30 Maret 2026 | 17:13 WIB
Ilustrasi Gubernur YSK Ingatkan ASN Kinerja Dilihat Media (Dok. Istimewa)
Ilustrasi Gubernur YSK Ingatkan ASN Kinerja Dilihat Media (Dok. Istimewa)

MANADO – Ada pemandangan menarik dalam Apel Perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pasca libur Idul Fitri di halaman Kantor Gubernur, Senin (30/3/2026).

Gubernur Yulius Selvanus (YSK) memberikan peringatan keras terkait etika berkomunikasi para abdi negara di ruang publik.

​Dalam arahannya yang menggelegar, Gubernur YSK meminta seluruh ASN untuk sadar posisi bahwa mereka adalah pejabat negara yang setiap gerak-geriknya dipantau oleh media massa.

​"Media-media ada di mana-mana. Saya minta ASN jangan asal bicara. Jaga mulutmu, kalian ini pejabat negara!" tegas Gubernur YSK di hadapan ribuan pegawai.

​Pernyataan ini muncul sebagai bentuk penegasan agar aparatur pemerintah selalu mengedepankan narasi positif dan tidak menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

YSK mengingatkan bahwa di era keterbukaan informasi, tidak ada ruang bagi ASN untuk bertindak sembarangan tanpa pengawasan.

Baca Juga: Gubernur YSK Tekankan Satu Komando dan Keterbukaan Informasi di Apel Perdana Pasca Lebaran

Satu Komando, Satu Narasi

Gubernur menekankan pentingnya keselarasan antara pimpinan dan bawahan. Ia tidak ingin ada oknum ASN yang justru mengeluarkan pernyataan yang bertolak belakang dengan kebijakan pimpinan (Gubernur).

​"Saya mau kita kompak dalam kebenaran. Satu komando dalam pelayanan. Jika Gubernurnya bilang A, maka semua harus A. Jangan sampai saya bilang A, kalian di belakang bilang itu bohong," ujar YSK dengan nada bicara yang serius.

Baca Juga: Kabar Gembira! Gubernur Yulius Selvanus Bakal Turunkan Utang ASN di BSG dan Sesuaikan Bunga Bank Nasional

Transparansi Kerja: Rakyat Harus Tahu

Selain soal etika bicara, Gubernur juga menginstruksikan jajaran Kominfo untuk lebih agresif mengekspos kinerja setiap dinas. Tujuannya jelas: agar masyarakat tahu bahwa ASN benar-benar bekerja dan tidak sekadar "makan gaji buta".

​"Apa yang kita kerjakan rakyat harus tahu, itulah keterbukaan. Kominfo harus ekspose setiap kegiatan di kantor-kantor. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat kalau ASN itu cuma nongkrong atau tidur-tidur saja," tambahnya.

​Meski memberikan teguran keras, YSK tetap memberikan apresiasi karena sejauh ini tren negatif ASN yang sering nongkrong di pusat perbelanjaan saat jam kerja sudah mulai hilang.

​"Saya berterima kasih, sekarang sudah tidak ada lagi yang nongkrong ngopi di mall atau kafe di jam dinas. Mari kita pertahankan disiplin ini," tutupnya sembari mengingatkan persiapan sistem kerja WFH yang akan segera diberlakukan.

Dede

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X