MANADO - Satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, telah berjalan, banyak pencapaian yang telah diukir oleh duet Yulius-Victor, semuanya patut di syukuri.
Tepat di tanggal 5 maret lalu dilaksanakan syukuran atas satu tahun kepemimpinan YSK-Victory, momen itu menjadi refleksi atas perjalanan pengabdian periode 2025-2029 yang telah melewati tonggak pertamanya. Gubernur Yulius mengatakan keberhasilan pembangunan Sulut tidak lepas dari komitmen bersama membangun satu komando.
Dalam sambutannya yang hangat namun tegas, Gubernur Yulius memilih untuk tidak terjebak dalam deretan angka capaian teknis. Baginya, indikator keberhasilan yang paling nyata adalah penilaian langsung dari masyarakat.
Gubernur mengibaratkan pembangunan setahun terakhir sebagai sebuah "simpul yang saling terikat", di mana kemajuan infrastruktur harus berjalan seirama dengan kesejahteraan ekonomi mikro.
"Satu tahun ini hanyalah pondasi awal. Tantangan ke depan akan jauh lebih berat dan dinamis," ujar Gubernur Yulius dengan nada optimis. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil selalu menempatkan kepentingan rakyat Sulawesi Utara sebagai prioritas utama.
Harmoni Dua Latar Belakang
Salah satu poin menarik yang diungkapkan adalah dinamika di balik layar kepemimpinan "YSK-Victory". Gubernur yang memiliki latar belakang militer kuat dengan disiplin tinggi, bersinergi dengan karakter Wakil Gubernur Victor Mailangkay yang matang di dunia hukum dan politik.
Meski memiliki "warna" yang berbeda, keduanya mengaku terus belajar untuk tetap berada dalam satu ritme demi pembangunan daerah.
Komitmen Antikorupsi dan Semangat Mapalus
Di hadapan para tamu undangan, Gubernur kembali menekankan dua hal krusial: integritas dan kerukunan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi untuk tetap tegak lurus dalam "Satu Komando" dan menjauhi praktik korupsi.
"Pegang teguh niat baik dan pastikan melalui proses yang benar. Tidak boleh ada jalan pintas yang merusak tatanan," tegasnya.
Selain itu, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat Sulawesi Utara sebagai "laboratorium toleransi" melalui semangat gotong-royong dan nilai-nilai Mapalus. Baginya, pembangunan sehebat apa pun tidak akan bisa dinikmati tanpa adanya rasa aman dan damai di tengah masyarakat.
Artikel Terkait
Babinsa Hadir di Posyandu Balita, Dukung Kesehatan Anak dan Peran Serta Masyarakat
APGI Sulut Siap “Pemerkan” Potensi Wisata Pegunungan di Sulawesi Utara
Ajak Warga Jaga Toleransi Sesama Umat, Babinsa Hadiri Ibadah Minggu di Gereja
Perkuat Sinergitas TNI–Polri, Kodim 1312/Talaud Bantu Pengamanan Idul Fitri 1447 H
Hadir di Tengah Jemaat, Babinsa Melonguane, Sertu Herces Ladi Pastikan Ibadah Minggu Berlangsung Damai
Dandim 1312/Talaud, Letkol Arh.Yanuar Yudistira Bersama Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Idul Fitri 1447 H
Peduli Kesulitan Warga Binaan, Babinsa Bantu pengecoran pondasi Rumah Tinggal
Babinsa Komsos Dengan Guru Dan Siswa SMP Seatap Desa Ganalo
Serda Jenri Thomas Gelar Kegiatan Komsos Bersama para tukang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih(KDKMP) di Melonguane
Pastikan Lebaran Aman di Bumi Porodisa, Kapolres Talaud dan Forkopimda Cek Kesiapan Pos Operasi Ketupat 2026