Mengulas Sejarah HUT ke-23 Kota Tomohon: Sosok Jefferson ‘Epe’ Rumajar di Balik Draft RUU Otonomi

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Kamis, 29 Januari 2026 | 13:14 WIB
Salah Satu Desa Wisata di Tomohon (Dok. Istimewa)
Salah Satu Desa Wisata di Tomohon (Dok. Istimewa)

TOMOHON, SULUTZONE.COM – Tepat hari ini, 27 Januari 2026, Kota Tomohon merayakan hari jadinya yang ke-23.

Di balik kemeriahan upacara bendera di Stadion Babe Palar Walian, terkuak kembali lembaran sejarah penting mengenai siapa sosok kunci yang merancang naskah pembentukan "Kota Bunga" ini.

Pemerhati sejarah Kota Tomohon, Judie Turambi, mengungkapkan fakta penting yang perlu diketahui publik. Menurutnya, konsep atau draft naskah Rencana Undang-Undang (RUU) Inisiatif Dewan yang menjadi cikal bakal berdirinya Kota Tomohon adalah buah pemikiran dari Jefferson ‘Epe’ Rumajar.

“Pada momen HUT ke-23 ini, agar publik tahu bahwa naskah draft RUU Inisiatif Dewan (DPR RI) itu konsepnya dibuat oleh Jefferson ‘Epe’ Rumajar,” ungkap Turambi usai upacara peringatan HUT Kota, Selasa (27/1/2026).

Peran Strategis ‘Epe’ Rumajar

Turambi yang juga merupakan mantan Sekretaris Komite Perjuangan Otonomi Kota Tomohon (KPOKT), menceritakan bahwa Epe memiliki bekal khusus sebagai legal drafter melalui dua kali pendidikan kilat (diklat).

Keahlian itulah yang digunakannya untuk menyusun konsep RUU setelah melakukan lobi intensif dengan Ketua Tim Komisi II DPR RI kala itu, mendiang Ferry Mursyidan Baldan, saat berkunjung ke Tomohon pada Mei 2002.

“Epe yang saat itu anggota DPRD Kabupaten Minahasa membuat konsep tersebut, membawanya ke Jakarta, dan menyerahkannya langsung kepada tim DPR RI,” beber Turambi.

Baca Juga: Usung Tema Sinergitas, Pengurus DPD LPM Kota Tomohon Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Kilas Balik 27 Januari 2003

Perjuangan masyarakat Kecamatan Tomohon Tengah, Utara, dan Selatan akhirnya membuahkan hasil manis pada 23 tahun silam. Dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Soetardjo Soerjogoeritno dan disaksikan Ketua DPR RI Akbar Tanjung, Tomohon resmi diketok sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) bersama Kabupaten Minahasa Selatan.

Langkah politis tersebut kemudian diperkuat secara hukum melalui:

  • UU No. 10 Tahun 2003: Tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon.

  • Pengesahan Presiden: Ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 25 Februari 2003.

Dua tahun berselang, tepatnya 16 Desember 2005, masa kepemimpinan Wali Kota Jefferson Rumajar dan Wakil Wali Kota Linneke S. Watoelangkow bersama DPRD menetapkan Perda No. 29 Tahun 2005 yang secara resmi mematrikan tanggal 27 Januari sebagai Hari Jadi Kota Tomohon.

Momentum Refleksi

Peringatan HUT ke-23 ini menjadi pengingat bagi warga Tomohon akan panjangnya jalan perjuangan otonomi daerah. Dari sebuah status kecamatan di bawah Kabupaten Minahasa, kini Tomohon telah menjelma menjadi kota mandiri yang dikenal luas hingga mancanegara lewat International Flower Festival-nya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X